Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Minim Peserta Didik, Disdikpora Kudus Tutup Lima Sekolah Dasar

Abdul Rochim • Senin, 5 Januari 2026 | 19:32 WIB
SEPI: Suasana SD 1 Adiwarno terlihat sepi tidak ada aktivitas siswa saat hari pertama masuk sekolah usai liburan akhir tahun.
SEPI: Suasana SD 1 Adiwarno terlihat sepi tidak ada aktivitas siswa saat hari pertama masuk sekolah usai liburan akhir tahun.

KUDUS – Hari pertama masuk sekolah usai libur akhir tahun di Kecamatan Jekulo, Kudus, diwarnai suasana tak biasa.

Ruang-ruang kelas SD 1 Adiwarno tampak kosong dan sunyi. Tak ada lagi suara siswa maupun aktivitas belajar mengajar.

Sekolah dasar tersebut resmi berhenti beroperasi mulai Senin (5/1) 2026.

Penutupan dilakukan setelah SD 1 Adiwarno mengalami krisis jumlah murid.

Bahkan pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026, sekolah ini tidak mendapatkan satu pun siswa kelas I.

Seluruh siswa kelas II hingga VI pun dialihkan ke SD 2 Adiwarno yang lokasinya masih berada dalam satu kawasan.

Proses pemindahan berlangsung dengan pengawalan orang tua.

Sejumlah siswa terlihat haru meninggalkan sekolah lama yang telah menemani perjalanan belajar mereka selama bertahun-tahun, meski harus menempati lingkungan belajar baru yang lebih ramai.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugraha, menyampaikan bahwa SD 1 Adiwarno bukan satu-satunya sekolah yang ditutup.

Total ada lima SD yang dihentikan operasionalnya karena jumlah peserta didik tidak mencukupi.

“Selain SD 1 Adiwarno, penutupan juga berlaku untuk SDN 2 Gamong, SD 4 Kedungdowo, SD 1 Wates, dan SD 2 Bulungcangkring,” jelasnya.

Menurut Anggun, kebijakan tersebut diambil demi efektivitas pembelajaran.

Sekolah dengan murid sangat sedikit dinilai tidak ideal untuk proses belajar mengajar.

Penutupan pun dilakukan setelah melalui kajian matang dan musyawarah dengan komite sekolah serta tokoh masyarakat setempat.

“Ini keputusan bersama dan sifatnya final,” tegasnya.

Guru Kelas VI SD 1 Adiwarno, Fachrul Tri Hidayatullah, mengungkapkan bahwa proses serah terima siswa ke SD 2 Adiwarno telah dilakukan secara resmi.

Sebanyak 22 siswa kini mengikuti kegiatan belajar di sekolah baru, sementara satu siswa memilih pindah ke sekolah lain karena faktor jarak rumah.

Meski berat, Fachrul menilai keputusan tersebut sebagai langkah terbaik.

Ia berharap siswa dapat segera beradaptasi dan memperoleh suasana belajar yang lebih kondusif.

“Kami sudah berpamitan dengan anak-anak. Sambutan dari SD 2 Adiwarno juga sangat baik. Mudah-mudahan proses belajar mereka ke depan lebih efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Kelas VI SD 2 Adiwarno, Surakhmad, menyampaikan bahwa dengan tambahan siswa pindahan, total peserta didik di sekolahnya kini menjadi 78 anak.

Ia optimistis seluruh siswa dapat segera berbaur.

Tak hanya siswa, dua guru ASN dari SD 1 Adiwarno juga turut dialihkan ke SD 2 Adiwarno, yakni guru agama dan pengampu kelas IV.

Adapun bangunan bekas SD 1 Adiwarno akan dimanfaatkan sebagai ruang penunjang, seperti aula, ruang kelas tambahan, dan arsip sekolah.

Proses pengajuan hibah aset telah dikoordinasikan dengan Korwil Pendidikan Kecamatan Jekulo. (san/him)

Editor : Abdul Rochim
#kudus #SD Ditutup #SD 1 Adiwarno #regrouping