KUDUS - Perbincangan warganet di Kabupaten Kudus kembali memanas setelah sebuah rekaman video bernuansa tak pantas beredar luas di media sosial.
Video tersebut diduga melibatkan seorang pegawai di lingkungan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.
Sehingga memicu sorotan publik karena berkaitan dengan institusi layanan kesehatan milik daerah.
Rekaman berdurasi kurang lebih 50 detik itu pertama kali dibagikan melalui akun media sosial bernama @ket_dewi_.
Dalam video tersebut tampak seorang pria dan perempuan berada di dalam sebuah ruangan tertutup, terlihat saling berpelukan dan berciuman.
Unggahan itu disertai keterangan bernada kecaman yang menyoroti dugaan perilaku tidak pantas di area rumah sakit.
Pemilik akun menuliskan kritik keras terhadap dugaan tindakan asusila yang disebut-sebut dilakukan oleh oknum pegawai BLUD RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.
Dalam narasinya, pengunggah menilai perbuatan tersebut bertentangan dengan nilai etika, moral, serta kemanusiaan.
Terlebih rumah sakit merupakan ruang pelayanan publik yang semestinya menjunjung profesionalisme dan rasa empati.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan menarik perhatian warganet.
Hingga beberapa waktu setelah diunggah, video itu telah diputar sekitar 9 ribu kali dan dibagikan puluhan kali.
Meski demikian, kolom komentar pada unggahan tersebut tampak dinonaktifkan, sehingga tidak tersedia ruang diskusi terbuka bagi pengguna lain.
Pihak RSUD Angkat Bicara
Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, dr Abdul Hakam, merespons beredarnya video tersebut dengan menyatakan bahwa pihak rumah sakit akan segera melakukan langkah internal untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Memang situasi ini cukup meresahkan. Kami akan menggelar rapat internal khusus untuk membahasnya,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (4/1/2025).
Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai keaslian video, termasuk kemungkinan rekaman tersebut berasal dari CCTV rumah sakit atau identitas pihak yang terlibat, dr Abdul Hakam belum memberikan keterangan rinci.
Ia menegaskan bahwa pihaknya masih memegang prinsip kehati-hatian.
“Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” tegasnya.
Saat ini, manajemen RSUD dr Loekmono Hadi Kudus masih melakukan penelusuran internal untuk memastikan fakta dan konteks sebenarnya dari video yang tengah viral tersebut.
Editor : Abdul Rochim