Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

ROADSHOW Revitalisasi: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Sambangi SD Muhammadiyah 1 Kudus

Abdul Rochim • Jumat, 2 Januari 2026 | 20:36 WIB
TINJAU RUANGAN: Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti (kiri) didampingi Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada saat meninjau kelas di SD Muhammadiyah 1 Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
TINJAU RUANGAN: Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti (kiri) didampingi Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada saat meninjau kelas di SD Muhammadiyah 1 Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen RI) Prof. Abdul Mu’ti kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kudus.

Kedatangannya kali ini merupakan bagian dari agenda roadshow nasional untuk meninjau langsung sekolah-sekolah penerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.

Pada awal 2026, SD Muhammadiyah 1 Kudus menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi.

Di sekolah tersebut, sebanyak enam ruang kelas telah rampung direvitalisasi dan siap kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Dalam kunjungannya, Mu’ti menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 141 satuan pendidikan di Kudus yang memperoleh dana revitalisasi.

Total anggaran mencapai Rp 94,24 miliar. Rinciannya meliputi sembilan PAUD, 71 SD, 50 SMP, enam SMA, empat SMK, serta satu Sekolah Luar Biasa (SLB).

Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional revitalisasi sarana pendidikan dengan total anggaran sebesar Rp 16,9 triliun untuk 16.175 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Kudus.

Saat ini pihaknya melakukan roadshow ke sekolah-sekolah yang pengerjaannya sudah 100 persen selesai.

"Memang ada beberapa yang sempat terkendala karena kondisi tak terduga seperti bencana alam di Sumatra dan Aceh. Namun secara umum, perbaikannya hampir seluruhnya tuntas,” jelas Mu’ti.

Menariknya, revitalisasi di SD Muhammadiyah 1 Kudus dilakukan pada bangunan yang berstatus sebagai benda cagar budaya (BCB).

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Agus Susanto.

Ia menjelaskan, gedung SD Muhammadiyah 1 Kudus telah berdiri sejak tahun 1920.

Karena statusnya sebagai bangunan bersejarah, proses revitalisasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak mengubah bentuk dan karakter aslinya.

“Kalau dilihat, tidak ada perubahan signifikan pada struktur bangunan. Ornamen tetap dipertahankan, hanya dilakukan perawatan seperti pengecatan,” ujarnya.

Agus menambahkan, sebelum pelaksanaan revitalisasi, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Selanjutnya, dilakukan pelaporan ke Balai Pelestarian Kebudayaan di Yogyakarta untuk memastikan pekerjaan sesuai ketentuan pelestarian cagar budaya.

“Jendela dan ornamen masih asli, belum ada penggantian. Bahkan bangku-bangku di kelas ini sudah sangat lama, kemungkinan sejak sekolah berdiri. Nuansa kolonialnya masih sangat terasa,” imbuhnya. (san/him)

Editor : Abdul Rochim
#kudus #Mendikdasmen RI #abdul mu'ti #SD Muhammadiyah 1 Kudus