KUDUS – Pekan raya Dandangan 2026, bakal berbeda dari tahun sebelumnya.
Lapak yang biasanya didominasi dengan kuliner, akan dihiasi dengan produk fashion brand lokal.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kudus Endhah Endhayani.
Ia menyebutkan selama ini, sektor fashion kurang tersentuh di acara pekan raya dandangan.
Padahal brand lokal Kudus memiliki potensi yang sangat unggul.
Banyak brand fashion lokal yang sudah dikenal secara nasional, namun tidak terangkul dalam acara tradisi tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.
Padahal dandangan adalah perayaan yang meriah.
“Dekranasda punya tugas untuk mengoordinir brand fashion untuk ambil lapak di situ (pekan raya dandangan). Brand fashion di Kudus banyak, kami bantu seperti ini mumpung ada kesempatan,” kata Endhah, Rabu (31/12) 2025.
Pihaknya juga menyoroti bahwa selama ini, pekan raya dandangan lebih banyak memberikan wadah untuk produk kuliner.
Hal ini tentu menjadi catatan, agar sektor fashion juga mendapat kesempatan yang sama dalam hal promosi.
Menurutnya, pekan dandangan menjadi perayaan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, tidak hanya dari Kudus tetapi juga dari luar daerah.
Ribuan pengunjung datang memadati pekan raya tersebut, yang tentu akan terjadi transaksi jual-beli.
Hadirnya sektor fashion di lapak dandangan, lanjut Endhah, hal itu juga akan membantu masyarakat dalam menyiapkan baju Lebaran.
Terlebih momen dandangan digelar sepuluh hari sebelum Bulan Ramadan tiba.
“Ini tentunya akan menjadi peluang bagi brand fashion karena momentumnya pas, untuk persiapan lebaran juga,” tandasnya.
Usulan tersebut disambut baik oleh Koordinator Dandangan 2026, Anjas Pramono.
Pihaknya menilai bahwa Kudus memiliki banyak brand fashion yang potensial, yang bahkan sudah terkenal hingga level nasional.
“Ini kan acara pemkab, seharusnya bisa mewadahi itu juga, jangan hanya pas acara swasta-swasta saja fashion dikasih wadah,” ujarnya.
Anjas pun membeberkan bahwa nantinya akan ada sekitar 330 lapak yang disediakan untuk pekan raya dandangan di sepanjang Jalan Sunan Muri, atau tepatnya mulai Alun-alun Simpang Tujuh hingga Jembatan Kaligelis.
“Nanti juga ada sekitar 150 sampai 170 tenda yang akan disediakan mulai dari Jembatan Kaligelis hingga Perempatan Jember,” tambahnya.
Harapannya, dengan penyediaan ratusan lapak di dandangan ini, sektor brand fashion lokal dapat terwadahi dengan baik.
Ia juga akan menghitung, berapa persentasi lapak untuk sektor fashion yang bisa masuk dalam lapak pekan raya dandangan.
“Untuk pendaftaran lapak akan dilakukan secara online mulai 5 Januari 2026, nanti akan diinfokan lebih lanjut di akun media sosial @dandangan.kudus,” tambahnya. (san/him)
Editor : Abdul Rochim