Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

DUH! Pembangunan RS Sunan Muria di Kudus Tertunda, Anggaran Rp 40 Miliar Dicoret karena Masalah Ini

Abdul Rochim • Selasa, 30 Desember 2025 | 20:10 WIB
DESAIN RS: Gambar desain Rumah Sakit Sunan Muria Kudus. Rencana jadi RS Umum Tipe C.
DESAIN RS: Gambar desain Rumah Sakit Sunan Muria Kudus. Rencana jadi RS Umum Tipe C.

KUDUS — Proyek pembangunan Rumah Sakit Sunan Muria di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, belum bisa direalisasikan sesuai rencana.

Penyebabnya, alokasi anggaran yang semula disiapkan justru harus dihapus menyusul adanya pengurangan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Mustiko Wibowo, menjelaskan bahwa sebelumnya tahap awal pembangunan rumah sakit tersebut dirancang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026.

“Awalnya sudah kami rencanakan sekitar Rp 40 miliar dari dana cukai untuk pembangunan tahap pertama.

Namun karena porsi DBHCHT yang diterima daerah berkurang signifikan, anggaran itu akhirnya tidak bisa dipertahankan,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).

Dengan kondisi tersebut, DKK Kudus mengalihkan fokus penggunaan anggaran ke program-program yang dinilai lebih mendesak dan langsung dirasakan masyarakat.

Di antaranya penguatan Universal Health Coverage (UHC), serta perbaikan fasilitas dan peralatan kesehatan yang membutuhkan penanganan segera.

Meski demikian, dari sisi perencanaan teknis, proyek RS Sunan Muria sebenarnya sudah siap.

Dokumen Detail Engineering Design (DED) telah disusun, dan lokasi pembangunan juga telah tersedia di atas lahan milik Pemkab Kudus seluas sekitar 10.000 meter persegi.

Untuk menjaga rencana tetap hidup, Pemkab Kudus kini membuka peluang pendanaan alternatif.

Salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan pihak swasta. Bahkan, komunikasi awal dengan calon investor dari luar negeri telah dilakukan.

“Masih tahap perkenalan. Belum sampai ke pembahasan skema kerja sama atau pendanaan. Ke depan tentu perlu banyak pertemuan lanjutan,” terang Mustiko.

Ia memaparkan, kebutuhan anggaran pembangunan fisik rumah sakit diperkirakan mencapai Rp 140–150 miliar.

Nilai tersebut mencakup pembangunan gedung empat lantai beserta fasilitas pendukung, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Angka itu belum termasuk pengadaan peralatan medis dan sarana pendukung seperti tempat tidur pasien,” jelasnya.

RS Sunan Muria dirancang sebagai rumah sakit umum tipe C dengan kapasitas 105 tempat tidur.

Salah satu layanan andalannya difokuskan pada penanganan penyakit paru, termasuk Tuberkulosis resistan obat (TB MDR).

Terkait kesiapan sumber daya manusia, Mustiko menyebut perekrutan tenaga medis dan nonmedis belum dilakukan. Seluruh tahapan akan disesuaikan dengan kepastian pendanaan.

“Konsepnya bertahap. Kalau bangunan sudah ada, baru dilanjutkan pengisian sarpras dan rekrut SDM,” pungkasnya. (san/him)

Editor : Abdul Rochim
#kudus #transfer ke daerah #Rumah Sakit Sunan Muria #dana bagi hasil cukai #uhc