KUDUS - Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kudus pada 2025 tercatat masih mencapai 60.370 jiwa atau sekitar 6,59 persen dari total penduduk.
Meski demikian, angka tersebut menunjukkan tren positif lantaran mengalami penurunan sebesar 0,64 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 7,23 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Eko Suharto, menyampaikan bahwa pada tahun 2024 jumlah penduduk miskin di Kota Kretek tercatat sebanyak 65.690 jiwa.
Pada 2025, jumlah tersebut berkurang menjadi 60.370 jiwa.
”Artinya, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kudus berkurang sekitar 5.320 jiwa,” ujar Eko, belum lama ini.
Ia menjelaskan, penduduk dikategorikan miskin apabila tingkat pengeluarannya masih berada di bawah garis kemiskinan.
Untuk 2025, garis kemiskinan di Kabupaten Kudus ditetapkan sebesar Rp 576.195 per kapita per bulan.
Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan garis kemiskinan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 550.075 per kapita.
Kenaikan garis kemiskinan ini menunjukkan adanya peningkatan standar kebutuhan hidup masyarakat.
”Garis kemiskinan ini dihitung per kapita atau per jiwa. Jika dihitung per keluarga, dengan asumsi satu keluarga terdiri dari empat orang, maka pengeluaran keluarga yang tergolong miskin berada di bawah Rp 2.304.780 per bulan,” jelasnya.
Eko mengungkapkan, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kudus pada 2025 dipengaruhi sejumlah faktor.
Salah satunya adalah peningkatan penghasilan masyarakat yang berdampak pada naiknya kemampuan belanja dan konsumsi.
”Ketika penghasilan meningkat, pengeluaran juga ikut naik. Hal ini membuat sebagian penduduk berhasil keluar dari garis kemiskinan,” terangnya.
Selain itu, peran bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun daerah dinilai cukup signifikan.
Berbagai program bantuan disebut mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.
”Program bansos di Kudus cukup banyak, seperti santunan kematian, beasiswa, bantuan bedah rumah, Bantuan Langsung Tunai (BLT) buruh rokok, serta bantuan lainnya.
Program-program tersebut sangat berperan dalam menurunkan angka kemiskinan,” kata Eko. (dik/him)
Editor : Abdul Rochim