Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pangkalan LPG di Kudus Diwajibkan Sediakan Timbangan, Ini Stok LPG selama Nataru

Abdul Rochim • Rabu, 17 Desember 2025 | 00:45 WIB

 

TIMBANG GAS: Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (JBT) Taufiq Kurniawan (kanan) mengecek gas 3 Kg.
TIMBANG GAS: Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (JBT) Taufiq Kurniawan (kanan) mengecek gas 3 Kg.

KUDUS – Alokasi elpiji 3 Kg di Kudus sebanyak 1.862 metrik ton atau 620.667 tabung untuk persiapan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, memastikan stok aman dan pengiriman tepat waktu sampai pergantian tahun, meski terpotong hari libur Natal.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (JBT) Taufiq Kurniawan, mengatakan untuk pangkalan LPG 3 kg wajib menyediakan timbangan.

Hal ini agar pembeli bisa memastikan isi tabung gas melon tersebut dengan tepat.

”Ya, kami sudah mengalokasikan LPG 3 Kg untuk natal dan tahun baru 2026. Jadi, konsumen tak perlu panik,” jelasnya.

Sementara, Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kudus Djati Solehah, mengatakan penambahan tersebut berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Pengurus DPC Hiswana Migas.

Adapun untuk stok gas melon, kuota tahun ini sebesar 29.570 metrik ton.

Lalu ada penambahan kuota pada periode 13-31 Desember 2025 sebanyak 1.862 metrik ton.

Dengan demikian,total kuota pertalite hingga akhir tahun 2025 sebanyak 31.432 metrik ton.

”Realisasinya, sudah sebanyak 29.214 metrik ton dan masih ada sisa sekitar 2.218 metrik ton,” paparnya.

Djati mengatakan, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus bersama instansi terkait akan melaksanakan pemantauan di Pangkalan LPG selama momen perayaan Nataru.

”Kami harapkan selama Nataru tidak terjadi kendala dalam penyaluran gas elpiji 3 kilogram,” tandasnya.

Dinas Perdagangan juga terus melakukan pengawasan terhadap pendistribusian elpiji subsidi 3 kg agar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 18 ribu di pangkalan.

Disdag Kudus bahkan merilis daftar pangkalan di setiap desa dan kecamatan melalui laman instagram @disdag_kab.kudus agar konsumen sasaran bisa mudah mendapatkan elpiji 3 kg sesuai HET Rp 18.000.

Adapun konsumen sasaran elpiji 3 kg adalah masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Selain masyarakat golongan tersebut, Disdag Kudus meminta agar membeli elpiji non subsidi.

Selain elpiji, lanjut Djati, stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan pertalite juga dipastikan aman selama libur Nataru.

Pemantauan secara berkala terus dilakukan di sejumlah SPBU yang ada di Kudus.

”Kondisi stok BBM bersubsidi juga berdasarkan laporan dari masing-masing SPBU di wilayah Kabupaten Kudus stoknya aman,” ungkapnya.

Pihaknya merincikan, BBM bersubsidi Jenis Solar kuota 2025 terhitung mulai 1 Januari hingga 12 Desember 2025 sebanyak 89.595 kilo liter.

Bahkan ada penambahan kuota dari 13-31 Desember 2025 sebanyak 1.518 kilo liter.

”Dari jumlah itu, total kuota solar di Kudus sebanyak 91.113 kilo liter. Saat ini sudah terealisasi sebanyak 85.234 kilo liter dan masih tersisa sekitar 587 kilo liter,” jelasnya.

Sedangkan, stok BBM bersubsidi jenis pertalite, tahun ini Kudus mendapat jatah sebanyak 99.054 kilo liter dan sudah terealisasi sebanyak 91.069 kilo liter.

Sehingga masih menyisakan sebesar 7.984 kilo liter. ”Untuk pertalite tahun ini tidak ada penambahan stok,” tuturnya. (san/him)

Editor : Abdul Rochim
#dinas perdagangan #kudus #lpg 3 kg #nataru #PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah #pangkalan lpg