KUDUS - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kudus melakukan percepatan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dengan cara menjemput bola ke sekolah-sekolah.
Hal ini untuk menuntaskan target perekaman yang masih berjalan sudah 99,18 persen.
Layanan jemput bola ini dilangsungkan di SLB Negeri Cendono, Kecamatan Dawe, Kamis (11/12) pagi.
Petugas memberikan pelayanan perekaman kepada siswa yang berkebutuhan khusus.
Kepala Disdukcapil Kudus, Harso Widodo menyampaikan, cakupan perekaman E-KTP sudah berlangsung di Kota Kretek mencapai 99,18 persen. Sementara target dari nasional yakni 99, 4 persen.
”Kami sudah melampaui capaian target nasional untuk perekaman KTP elektronik,” katanya.
Harso menambahkan, untuk target perekaman E-KTP berjalan dengan dinamis, cakupannya yang mencapai 658.369.
Sementara untuk proses rekam mencapai 652.956. ”Kami akan berupaya menyelesaikan perekaman, yang belum melakukan perekaman 5.413,” katanya.
Dengan program ini, SLB Cendono menjadi sekolah pertama dari empat SLB yang telah dikunjungi Dukcapil tahun ini. Tiga sekolah lainnya dijadwalkan menyusul setelah masa libur siswa berakhir.
”Kami berharap ke depan seluruh penyandang disabilitas di Kudus memiliki identitas lengkap dan dapat mengakses layanan publik tanpa hambatan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Cendono, Kuntjoro menyambut baik program perekaman jemput bola di sekolah itu.
Saat ini jumlah siswa SLB Negeri Cendono memiliki 146 siswa dengan berbagai kebutuhan khusus.
”Proses pengurusan dokumen administrasi sering terkendala waktu dan situasi anak. Dengan layanan jemput bola, orang tua sangat terbantu,” katanya.
Dia menambahkan, data siswa di aplikasi pendidikan Dapodik yang terhubung dengan Dukcapil.
Ketika terjadi kesalahan penulisan nama hingga nomor induk kependudukan akan menyebabkan permasalahan ke depannya.
Menurutnya, pendataan ulang siswa begitu penting untuk menghindari kesalahan teknis di waktu mendatang. (gal/him)
Editor : Abdul Rochim