KUDUS - Jembatan 1 di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, kembali menjadi perhatian publik setelah bagian ujung konstruksinya ambles pada Kamis (4/12).
Kerusakan terjadi secara tiba-tiba ketika hujan deras sepanjang hari membuat debit Sungai Kesambi melonjak dan membawa arus kuat beserta tumpukan sampah kiriman dari hulu.
Aliran yang meningkat drastis sejak siang menyeret potongan bambu, kayu besar, hingga sampah rumah tangga.
Baca Juga: Ambles! Jembatan 1 Kesambi Kudus Ditutup, Ini Penyebabnya
Material yang menumpuk di bawah jembatan itu kemudian menyumbat aliran sungai, memicu tekanan kuat pada pondasi.
Tidak mampu menahan hantaman air, pondasi jembatan patah dan permukaan struktur ikut turun beberapa sentimeter.
Kondisi tersebut sempat menjadi tontonan warga yang kemudian menutup akses manual menggunakan bambu agar tidak ada yang melintas.
Kepala Desa Kesambi, Masri, menjelaskan bahwa penyumbatan aliran menjadi penyebab utama rusaknya jembatan.
“Saat sampah menutup aliran, air menghantam langsung pondasi. Pondasi rusak dan jembatan ikut turun,” ujarnya. Ia memastikan penutupan akses tidak mengganggu aktivitas warga karena masih tersedia jalur lain yang aman dilewati.
Menurut Masri, perbaikan tidak bisa dilakukan dengan penambalan parsial.
Struktur jembatan dinilai sudah terlalu lemah sehingga membutuhkan pembongkaran total dan pembangunan ulang dengan desain yang lebih kuat.
Baca Juga: Rombak Tim, Persiku Kudus Incar Playmaker Anyar, Siapa?
Termasuk pengerjaan ulang pondasi serta penambahan pilar agar lebih tahan terhadap tekanan air sungai.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menyampaikan bahwa jembatan tersebut bukan aset Pemkab melainkan dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sehingga penanganannya memerlukan koordinasi antarinstansi.
Meski begitu, PUPR siap memberikan dukungan teknis seperti penyediaan gelagar dan pendampingan struktur apabila perbaikan dilakukan menggunakan dana desa.
“Yang penting akses warga segera kembali aman,” tegasnya.
Kerusakan jembatan kemudian ditindaklanjuti cepat oleh pemerintah daerah.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meninjau langsung lokasi kerusakan pada Kamis (5/12) malam bersama Kapolres Kudus dan perangkat OPD terkait.
Pemerintah daerah memutuskan melakukan penanganan darurat dengan menyangga jembatan menggunakan baja beton agar tetap bisa difungsikan sementara.
Menurut Sam’ani, perbaikan awal ditarget selesai dalam dua minggu.
Namun pembangunan ulang secara permanen baru dapat diajukan melalui perubahan APBD 2026 karena anggaran tahun depan telah disahkan.
Pemkab juga akan melaporkan kerusakan jembatan kepada pemerintah pusat agar dapat ditangani secara menyeluruh.
Baca Juga: Pemkab Kudus Siapkan Desa-Desa Merespons Kebijakan Kebijakan Kementerian Keuangan tentang Dana Desa
Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga, terutama untuk aktivitas ekonomi dan sosial.
Faktor usia jembatan serta tekanan arus sungai yang diperparah oleh tumpukan sampah disebut menjadi penyebab utama amblesnya struktur.
“Kami berharap masyarakat turut menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah menyiapkan kerja bakti besar untuk membersihkan tumpukan sampah di aliran Sungai Piji yang didominasi kayu, bambu, dan limbah rumah tangga.
Langkah ini guna mencegah kerusakan serupa di kemudian hari. (gal/him)
Editor : Abdul Rochim