KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak para ASN untuk belanja di Pasar Kliwon Kudus kemarin.
Ini dalam rangka meluncurkan ”Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional” pada Jumat (24/10).
Program ini diterapkan minimal sebulan sekali. Dengan berbelanja di pasar atau warung kelontong.
Pasar Kliwon Kudus mendadak ramai kemarin. Karena diserbu para ASN.
Mereka menyebar diberbagai blok yang ada di pasar tersebut. Terutama Blok C2 kompleks penjualan sayuran dan ikan.
Mereka memborong beragam yang ada di Pasar Kliwon sesuai kebutuhan. Seperti belanja tahu, tempe, sayuran, buah jambu, ikan, dan ayam.
Bahkan, para tentara yang ikut mendampingi Bupati Kudus Sam’ani, juga membeli ikan asin dan ikan asap.
Sam’ani meminta agar ASN rutin belanja ke pasar minimal sebulan sekali.
Ini ditujukan untuk mengembalikan geliat perekonomian pasar tradisional, yang saat mulai tergerus oleh pasar online.
”Belanjanya minimal Rp 50 ribu. Ini untuk membantu para pedagang di pasar yang saat ini kami lihat sendiri kondisi perekonomian mereka lesu. ASN harus breh-breh, ojo medit (harus suka memberi jangan pelit),” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar dijalankan di setiap instansi.
Jumlah ASN yang bekerja di instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tercatat sekitar 7.000 pegawai.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endah Sam’ani Intakoris yang ikut meramaikan ”Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional” menilai, kegiatan ini memiliki makna sosial yang kuat.
”Kami ingin membangkitkan lagi suasana guyub di pasar. Juga menghadirkan interaksi hangat antara pembeli dan pedagang. Saat pasar ramai, semangat ekonomi rakyat ikut hidup,” tuturnya.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kudus Mutrikah yang ikut berbelanja mengaku, gerakan ini sangat bangus.
Ia pun memborong 2 kilogram duku sumber khas Kudus. Kemudian membeli pisang satu lirang dan 1 kilogram jambu citra.
”Ya saya suka buah-buahan buat stok di rumah. Kalau sayuran saya jarang masak. Takutnya nanti malah busuk. Eman-eman,” ungkapnya.
Sama halnya dengan Suyanto, salah satu pegawai di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus.
Dia mengaku antusias dengan adanya gerakan ini. Biasanya hanya mengantar istrinya belanja, kini ia ikut memborong sendiri dagangan di Pasar Kliwon.
”Ini tadi beli wortel, sawi, daun bawang, dan gambas. Ini semua titipan dari istri, karena biasanya istri yang belanja dan saya cuma mengantar,” katanya.
Menurutnya, gerakan belanja ke pasar tradisional ini, sangat bagus dan responsif bagi masyarakat.
Ia sendiri, selain untuk berbelanja, datang ke pasar tradisional juga salah satu bentuk refreshing tersendiri.
”Ini untuk refreshing juga. Belanjaan ini nanti saya bawa pulang, dimasak sendiri dan sebagian dibagikan ke tetangga,” ucapnya.
ASN dan anggota TNI tampak antusias berbelanja di sejumlah kios.
Komoditas yang paling diminati adalah sayur-mayur, sembako, serta jajanan pasar khas Kudus. (san/lin)
Editor : Abdul Rochim