Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Luar Biasa! Ribuan Santri 'Tumpah Ruah' di Kudus untuk Salawat Akbar, Gubernur Jateng Resmi 'Obahkan' Pesantren dengan Beasiswa Internasional

Alfian Dani • Kamis, 23 Oktober 2025 | 04:09 WIB
KHIDMAT: Dari kanan depan, Gus Iqdam, Habib Ali Zainal, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub Jateng Tak Yasin, saat Jateng Bersholawat di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus kemarin malam.
KHIDMAT: Dari kanan depan, Gus Iqdam, Habib Ali Zainal, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub Jateng Tak Yasin, saat Jateng Bersholawat di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus kemarin malam.


KUDUS – Semangat Hari Santri Nasional (HSN) 2025 memuncak di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada malam hari kemarin.

Ribuan santri dan masyarakat luas memadati lokasi dalam acara kolosal "Jateng Bersholawat," yang menjadi puncak perayaan HSN tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Meski sempat diwarnai gerimis, antusiasme ribuan peserta tidak surut.

Mereka tetap bertahan dengan jas hujan, hingga akhirnya langit cerah dan hadirin larut dalam lantunan salawat yang dipimpin oleh ulama karismatik Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dan Gus Iqdam, dengan iringan merdu Hadroh Az Zahir.

Acara akbar ini dihadiri oleh jajaran penting di Jawa Tengah, termasuk Gubernur Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, para Sekda dan pimpinan OPD, serta sejumlah Bupati dari Pati, Blora, Jepara, Kendal, Sukoharjo, hingga tuan rumah, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton.

Santri Garda Terdepan dan Peluncuran "Pesantren Obah"

Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas semangat para santri.

Menurutnya, peringatan Hari Santri adalah waktu krusial untuk mengenang kembali peran kiai dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Hari Santri merupakan momentum untuk menegaskan bahwa santri adalah garda terdepan, bahkan benteng terakhir dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 adalah bukti nyata pengorbanan para kiai dan santri demi tanah air," tegas Luthfi.

Gubernur juga berharap kegiatan bersalawat ini menjadi doa agar seluruh pemimpin di Jawa Tengah dapat menjalankan amanah dengan baik, membawa provinsi ini menuju keadaan "gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo" (makmur, tenteram, dan sejahtera).

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Luthfi secara resmi meluncurkan program prioritas "Pesantren Obah".

Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan di 5.570 pesantren se-Jawa Tengah, salah satunya melalui pemberian beasiswa pendidikan bagi santri dan pengasuh pondok, baik untuk studi di dalam negeri maupun luar negeri.

Kebanggaan Kudus sebagai Tuan Rumah

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan rasa syukur dan bangga karena Kudus dipercaya menjadi pusat HSN tingkat provinsi.

Ia memuji semangat para santri yang tetap setia hadir meskipun diguyur hujan, yang dianggapnya sebagai manifestasi kecintaan terhadap Hari Santri.

"Walaupun hujan, semangat santri tetap menyala. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua," ujar Sam’ani.

Ia menambahkan bahwa Kudus patut berbangga, selain menjadi tuan rumah HSN, saat ini juga tengah berlangsung Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025.

Bupati berharap momentum HSN ini semakin memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan.

"Santri ada di mana-mana dan santri bisa melakukan apa saja. Semoga santri sehat, pondok pesantren kuat, dan Indonesia semakin bermartabat," tutupnya penuh optimisme.

Editor : Alfian Dani
#jateng bersholawat #beasiswa santri #kudus #nkri harga mati #Gubernur Luthfi #hari santri nasional #santri indonesia #HSN 2025 #Pesantren Obah