KUDUS – Upaya meningkatkan daya tarik pasar tradisional terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.
Tahun 2025 ini, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menyiapkan anggaran sebesar Rp2,2 miliar untuk program revitalisasi empat pasar tradisional, yakni Pasar Barang Bekas (Babe), Brayung, Piji, dan Mijen.
Kabid Pengelolaan Pasar, Agus Sumarsono, menjelaskan bahwa kebutuhan tiap pasar berbeda-beda.
Ada yang fokus pada perbaikan atap, pembangunan kios baru, hingga pembuatan pagar pembatas.
“Dari empat pasar tersebut, anggaran terbesar dialokasikan untuk lanjutan pembangunan Pasar Babe sebesar Rp1,5 miliar, sedangkan tiga pasar lainnya bervariasi antara Rp200–300 juta,” terangnya.
Pasar Babe Masih Tertahan di Proses Lelang
Meski anggaran sudah disiapkan, pembangunan Pasar Babe belum bisa direalisasikan. Pasalnya, proyek dengan nilai besar tersebut masih menunggu proses lelang.
“Ya, Pasar Babe masih tahap lelang. Karena anggarannya cukup besar, maka harus melalui mekanisme lelang terbuka,” jelas Agus.
Pasar Babe sendiri sudah lama ditunggu pedagang untuk segera direhabilitasi.
Pasar ini mengalami kebakaran hebat beberapa waktu lalu, membuat pedagang harus berjualan di lokasi sementara yang minim fasilitas.
“Harapan kami, lelang bisa segera tuntas dan tahun ini pedagang bisa kembali menempati bangunan baru yang lebih representatif,” tambahnya.
Alokasi Anggaran Tiga Pasar Lain
Selain Pasar Babe, tiga pasar lain juga mendapat sentuhan revitalisasi. Pasar Piji dianggarkan Rp200 juta, Pasar Brayung Rp300 juta, dan Pasar Mijen Rp200 juta.
Proses pengerjaan akan disesuaikan dengan besaran anggaran. Untuk nilai di atas Rp200 juta wajib dilelang, sedangkan di bawah itu bisa dilakukan dengan mekanisme penunjukan langsung.
“Sekarang sudah masuk tahap perencanaan, nanti dilanjutkan lelang atau penunjukan pihak ketiga sesuai aturan,” kata Agus.
Program Lanjutan 2024
Agus juga menambahkan, sebagian program revitalisasi ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan 2024 yang belum selesai, seperti di Pasar Babe dan Pasar Mijen.
Melalui revitalisasi berkelanjutan, Pemkab Kudus berharap pasar tradisional kembali menjadi sentra ekonomi kerakyatan yang nyaman, aman, dan lebih menarik bagi pembeli.
“Kalau fisik pasar lebih baik, masyarakat akan makin tertarik belanja di pasar tradisional. Itu otomatis menggerakkan roda ekonomi pedagang,” pungkasnya.(ade)
Editor : Alfian Dani