KUDUS – Kreativitas warga RT 4 RW 2 Dukuh Pecinan, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus, benar-benar mencuri perhatian dalam peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Tahun ini, mereka membangun gapura hias sepanjang 250 meter dengan sentuhan teknologi modern: sistem pencahayaan otomatis berbasis kontrol Arduino.
Ketua RT 4/2, Adittiya Eko Saputro, menuturkan pengerjaan dimulai sejak 7 Juli hingga akhir Juli.
Prosesnya dilakukan bertahap, mulai dari anyaman bambu, pemasangan pitingan, hingga instalasi listrik.
“Lampu menyala otomatis pukul 17.30 WIB dan mati pukul 05.30 WIB. Jika turun hujan, sensor otomatis akan memutus arus demi keamanan,” jelasnya.
Gapura itu dihiasi 200 bohlam, termasuk 60 lampu warna-warni dan 120 lampion.
Hampir semua ornamen menggunakan bahan ramah lingkungan, sebagian bahkan terbuat dari barang bekas seperti botol kaca.
Elemen janur kuning dan bambu menjadi daya tarik utama, sarat makna filosofis.
“Bambu mencerminkan gotong royong, kain poleng menggambarkan dua sisi kehidupan manusia, sementara janur kuning melambangkan ketulusan,” tambah Adittiya.
Lebih dari 40 warga terlibat setiap malam mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB untuk merampungkan hiasan ini.
Baca Juga: Skuad Mewah Persib Bandung Tak Akan Mudah Mengalahkan Persijap Jepara di GBK, Ini Alasannya
Biaya sekitar Rp30 juta berhasil dihimpun dari iuran warga dan dukungan pemuda setempat.
“Tujuan kami bukan sekadar mempercantik lingkungan, tapi juga mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat kemerdekaan,” ungkapnya.
Tradisi menghias gapura sudah digelar rutin enam tahun terakhir, dengan tema berbeda setiap tahun.
Antusiasme warga yang selalu tinggi menjadi penyemangat untuk terus berinovasi.
Tak hanya gapura, perayaan juga akan diramaikan lomba-lomba khas 17 Agustus pada Minggu (17/8).
Seperti makan kerupuk, kelereng, isi air dalam botol, pensil dalam botol, hingga panjat pinang.
“Harapannya tahun depan bisa lebih meriah lagi,” pungkas Adittiya. (*/him)
Editor : Abdul Rochim