Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kolaborasi Mahasiswa KKN UMK dan Warga Desa Japan Sukses Lestarikan Tradisi Wiwit Kopi 2025

Syaiful Amri • Selasa, 12 Agustus 2025 | 23:22 WIB
Seorang pemuda memikul hasil panen kopi untuk mengikuti prosesi adat.
Seorang pemuda memikul hasil panen kopi untuk mengikuti prosesi adat.

KUDUS - Ratusan warga berbondong-bondong memadati Makam Mbah Suro Gonjo dan Guyangan Camping Ground Desa Japan pada akhir pekan, 9–10 Agustus 2025.

Hamparan kebun kopi, dihiasi dengan gunungan kopi dan hasil bumi yang ditandu oleh warga dengan kostum khas desa, sertanya alunan salawat yang diiringi musik terbang tradisional berpadu menjadi pemandangan sakral dan menakjubkan yang hanya bisa ditemui sekali dalam setahun, tepatnya saat Festival Wiwit Kopi desa Japan digelar.

Tahun ini, tradisi sakral masyarakat Desa Japan itu terasa berbeda.

Di balik meriahnya acara, ada tangan-tangan muda mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Univeritas Muria Kudus (UMK) yang bekerja sama dengan warga desa untuk memastikan kegiatan berjalan dengan lancar dan khidmat.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, pada Festival tahun ini, panitia menambahkan rangkaian kegiatan yaitu kemah budaya, sarasehan tentang kopi dan jelajah (edukasi) kebun kopi.

Dengan mengusung tema “Wiwit Kopi, Simfoni Syukur dalam Warisan Budaya”, festival yang dihadiri langsung oleh Bupati Kudus beserta jajaran dinas terkait ini, bukan sekadar seremoni syukur sebelum panen kopi, tetapi juga panggung besar bagi pelestarian budaya dan promosi potensi pariwisata desa Japan.

Mahasiswa KKN dari UMK ikut terjun langsung sejak tahap persiapan, mulai dari koordinasi sebelum pelaksanaan acara, penataan area kegiatan, hingga menjadi bagian dari kirab gunungan kopi dan hasil bumi selama festival.

Ketua Panitia Festival, Widi Setiawan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN UMK.

“Mereka tidak hanya membantu pekerjaan teknis, tetapi juga memberi warna baru dalam pelaksanaan acara tahun ini,” tuturnya.

Keterlibatan mahasiswa KKN UMK juga diapresiasi oleh Ketua Pengelola Desa Wisata Japan, Mutohhar.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN UMK saat ini, karena mahasiswa tidak hanya fokus pada program yang telah mereka rencanakan, tapi juga bisa fleksibel, membaur dan menyatu dengan kami dalam pelaksanaan Festival Wiwit Kopi kali ini”.

Sementara itu, koordinator KKN UMK di Desa Japan, Raka menegaskan bahwa pengalaman ini memperkaya wawasan sekaligus partisipasi mahasiswa tentang bagaimana peran mahasiswa dalam bermasyarakat dan pelestarian budaya.

“Kami belajar bahwa menjaga tradisi bukan hanya tugas orang tua atau tokoh Masyarakat di desa, tetapi juga tanggung jawab generasi muda. Dan tentunya kami bangga sekaligus berterima kasih bisa menjadi bagian dari upaya ini,” ujarnya.

Festival Wiwit Kopi Desa Japan 2025 menjadi bukti bahwa kolaborasi antar lintas generasi dapat menjaga tradisi masyarakat, dan di sisi lain, bagaiaman memikirkan kopi sebagai sebuah peluang ekonomi yang terus dikembangkan.

Sinergi antara mahasiswa dan warga desa diharapkan terus terjalin, tidak hanya melalui program KKN, tapi juga program pengabdian lainnya, agar tanaman kopi dan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi wiwit tetap terjaga hingga masa depan.(nana)

Editor : Syaiful Amri
#kudus #wiwit kopi #japan #KKN 2025 #universitas muria kudus #festival