Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Masjid Besar Darussalam di Kudus Menuju Masjid Modern, Galang Dana secara Digital hingga Bertekad Bantu Pecahkan Ekonomi Umat

Abdul Rochim • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 02:45 WIB

 

PENJELASAN: Pemateri menjelaskan terkait manajemen masjid modern di Masjid Besar Darussalam Gondosari pada Jumat (8/8).
PENJELASAN: Pemateri menjelaskan terkait manajemen masjid modern di Masjid Besar Darussalam Gondosari pada Jumat (8/8).

KUDUS – Masjid Besar Darussalam, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, menggelar Workshop “1 Day Manajemen Masjid Modern” pada Jumat (8/8) pukul 13.00–18.10 WIB.

Acara ini dihadiri 80 peserta yang merupakan delegasi dari masjid jami’ se-Kabupaten Kudus. Masing-masing pengurus masjid mengirimkan dua delegasi.

Ketua panitia sekaligus Takmir Masjid Besar Darussalam, Noor Rohmad, menjelaskan kegiatan ini bertujuan menyegarkan pemahaman para pengelola masjid. 

Ini agar mampu menerapkan manajemen profesional, modern, dan berbasis syariah.

”Kami ingin masjid tak hanya menjadi tempat ibadah. Tapi juga pusat kegiatan masyarakat. Baik ekonomi, sosial, pendidikan, maupun pemerintahan. Ini sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW sejak dulu,” ungkapnya.

Tiga pemateri dari Masjid Raya Bintaro Jaya dihadirkan untuk berbagi praktik terbaik pengelolaan masjid modern.

Materi yang disampaikan meliputi pembentukan struktur organisasi, perancangan program berkelanjutan, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.

Pengelolaan baitul mal, pendataan mustahik dan muzaki. Hingga strategi penggalangan dana digital melalui platform kitabisa.com.

"Rencana awal itu enam pemateri, namun waktunya tidak mencukupi, akhirnya hanya tiga yang menjadi narasumber," jelasnya.

Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah pembukaan Bank Infaq tanpa bunga, dengan sasaran utama pedagang kecil.

Program tersebut tidak ada bunga dan perjanjian peminjamannya hanya perlu disumpah (bai'at).

Program ini terinspirasi dari Masjid Raya Bintaro Jaya yang membina 6.000 penerima manfaat di Jakarta.

Termasuk masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol).

”Kami ingin masyarakat Kudus, khususnya di sekitar masjid, bisa mandiri dan terbebas dari jeratan pinjol,” jelas Noor Rohmad.

Masjid Besar Darussalam juga mulai menerapkan kotak amal berbasis QRIS untuk memudahkan donasi.

Ke depan, pengurus menargetkan pembangunan gedung serba guna atau mess di atas tanah wakaf yang terletak di samping masjid.

Saat ini masjid modern seperti Masjid Al Falah di Sragen, Jogo Karyan di Yogyakarta, dan Namira di Lamongan.

Selain fokus pada ekonomi umat, masjid ini telah rutin mengadakan pelayanan pengobatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Gebog.

Kegiatan yang melayani sekitar 200 pasien ini digelar setiap bulan, tepatnya pada Jumat Pahing.

”Kami juga terus mengajak masyarakat sekitar untuk aktif di masjid, agar tujuan akhirnya, yakni mendekatkan diri kepada Tuhan, bisa tercapai,” tambah Noor Rohmad.

Ia menambahkan, dengan langkah-langkah tersebut, Masjid Besar Darussalam menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pemberdayaan umat sekaligus inspirasi bagi masjid-masjid lain di Kudus. (dik/him)

Editor : Abdul Rochim
#Masjid Jogo Karyan #Masjid Modern #pinjaman online #Masjid Raya Bintaro Jaya #qris