Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Komisi D DPRD Kudus Tinjau Dapur MBG, Pastikan Sajian Gizi Aman

Abdul Rochim • Rabu, 30 Juli 2025 | 02:32 WIB

DAPUR MBG: Karyawan SPPG di Kudus sibuk menyiapkan box makan untuk siap di kirim ke sekolah sasaran.
DAPUR MBG: Karyawan SPPG di Kudus sibuk menyiapkan box makan untuk siap di kirim ke sekolah sasaran.
 

KUDUS – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus meninjau lokasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ponpes Al Chalimi, Jekulo pada Selasa (29/7).

Tinjauan ini untuk memastikan penyelenggaraan menu MBG berjalan sesuai dengan prosedur.

Ketua Komisi D DPRD Kudus Mardijanto menyatakan, tinjauan ini ingin memastikan jalannya sajian menu MBG berjalan sesuai dengan prosedur.

Dengan begitu distribusi MBG di sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Jekulo terpenuhi gizinya.

Dari hasil tinjauan itu, kata Mardijanto bahan makanan yang disediakan segar.

Dan dipastikan aman untuk dikonsumsi. ”Karena kemarin ada temuan di SMA di Kecamatan Kota yang basi, kami ingin memastikan ini tidak terulang lagi,” katanya.

Dia menambahkan, ada beberapa catatan yang diberikan oleh DPRD Kudus kepada tim dapur MBG.

Salah satunya menu yang bervariasi harus mampu disajikan. Serta ada penambahan protein pada setiap makanan.

”Kami mengusulkan ada telur untuk pemenuhan protein. Dari dokter disarankan ada telur setiap hari,” imbuhnya.

Dewan memastikan monitoring ini dipastikan akan tetap berjalan. Pasalnya ini bagian tugas fungsi pengawasan DPRD Kudus.

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Al Chalimi, Nafisah menyatakan, sebelumnya menu memang terbatas. Ada 10 jenisnya dan setiap satu Minggu kembali menu awal.

”Setelah lima bulan ini kami ada sekitar 20 menu, ini sesuai arahan BGN. Menu akan berganti kembali pada satu bulan sekali,” katanya.

Dia menjelaskan variasi menu sudah diterapkan. Seperti menu burger, sandwich, dan kentang diberikan.

Hal ini untuk pengganti karbohidrat yang ada di dalam nasi. Tujuannya agar penerima menu tidak bosan.

”Untuk menu non nasi kami berikan dua Minggu sekali. Ini diharapkan siswa tidak bosan makan nasi,” jelasnya.

Sementara itu disinggung tidak adanya telur pada menu yang disajikan, Nafisah menyebut kebutuhan protein itu sudah diganti. Menunya penggantinya adalah susu kedelai.

”Protein hewani kami berikan dari daging. Untuk mengganti tempe atau tahu (mengandung protein nabati) kami ganti dengan susu kedelai,” ungkapnya.

Sementara itu sasaran atau distribusi MBG ada sebanyak 3.687 penerima.

Rinciannya didistribusikan di 17 sekolah, 25 balita, 25 ibu hamil, dan 25 ibu menyusui. (gal/him)

 

 

Editor : Abdul Rochim
#Mbg #komisi d dprd kudus