Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

WASPADA! Makanan Mengandung Bahan Berbahaya Ditemukan di CFD Kudus

Andika Trisna Saputra • Senin, 21 Juli 2025 | 18:14 WIB
PERIKSA SAMPEL MAKANAN: Tim gabungan DKK Kudus dan BBPOM Semarang sedang menguji sampel makanan beberapa PKL CFD Kudus, pagi ini.
PERIKSA SAMPEL MAKANAN: Tim gabungan DKK Kudus dan BBPOM Semarang sedang menguji sampel makanan beberapa PKL CFD Kudus, pagi ini.

KUDUS – Tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menemukan dua jenis makanan yang mengandung bahan berbahaya di area Car Free Day (CFD) Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada Minggu (20/7).

Temuan ini terungkap usai tim melakukan uji sampel terhadap 78 makanan yang dijajakan oleh beberapa pedagang kaki lima (PKL) di lokasi tersebut.

Jenis makanan yang terbukti mengandung zat berbahaya yaitu lupis dan cetot.

Berdasarkan hasil uji, lupis ketan terbukti mengandung boraks, sedangkan cetot yang merupakan kue tradisional dari tepung tapioka, ditemukan mengandung pewarna tekstil rhodamin B.

Ketua Paguyuban PKL CFD, Yanuar Hilmi, membenarkan temuan tersebut dan menyatakan telah menindaklanjuti kasus ini sesuai arahan dari Bupati Kudus.

“Itu ditemukan kandungan rhodamin B sama boraks di salah satu produknya, terus kami sudah tindak lanjuti atas petunjuk Bupati,” ujar Yanuar saat dikonfirmasi.

Ia juga menegaskan bahwa makanan tersebut bukan buatan langsung para PKL, melainkan berasal dari penyuplai.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Yanuar bersama Dinas Kesehatan dan BBPOM telah menemui penjual makanan tersebut dan memberikan imbauan untuk tidak lagi menjual makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya.

“Ini sebagai peringatan. Kami sudah tekankan supaya para pedagang berkoordinasi dengan BBPOM agar ke depan bisa produksi makanan yang sehat,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Andini Aridewi, menegaskan bahwa kegiatan inspeksi ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam menjaga keamanan pangan masyarakat.

Selain menarik makanan yang terbukti mengandung zat berbahaya, pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap para PKL.

“Bagi pedagang makanan, kami fasilitasi pelatihan penyuluhan pangan secara gratis. Mereka perlu tahu bahan makanan yang aman, cara produksi higienis, dan distribusi yang benar,” ujar Andini.

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, yang turut memantau proses sampling makanan, memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar cermat dalam memilih makanan.

“Kami tidak bermaksud mengintervensi, tapi menjaga keamanan masyarakat Kudus, terutama dari sisi pangan. Silakan jajan, tapi lebih teliti. Mudahnya, biasanya warna makanan yang terlalu mencolok itu bukan pewarna makanan,” katanya.

Ia menambahkan, temuan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pedagang dan konsumen di Kudus agar lebih peduli terhadap keamanan pangan.

Harapannya, CFD dan seluruh ruang publik di Kudus tetap menjadi tempat yang sehat dan aman bagi seluruh masyarakat. (dik/amr)

Editor : Syaiful Amri
#bupati kudus samani #kudus #formalin #bahan makanan #boraks #cfd kudus