KUDUS - Ribuan pengunjung memadati Pasar Sarwono di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Minggu Legi (8/6).
Pasar yang digelar rutin setiap Minggu Legi ini menjadi magnet wisata baru dengan nuansa tradisional yang kuat, berlokasi di bawah rindangnya pohon jati.
Uniknya, transaksi di Pasar Sarwono tidak menggunakan uang tunai, melainkan koin kayu senilai Rp2.000 per keping.
Direktur Bumdes Wonorekso, Tri Budi Wahono, menyebut sistem ini sebagai daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Setiap penyelenggaraan, jumlah pengunjung bisa mencapai 2.500 hingga 2.800 orang. Hari ini, sebanyak 14.000 koin disiapkan dan ludes hanya dalam 15 menit sejak pasar dibuka,” ungkap Tri Budi.
Pasar Sarwono tidak hanya menghadirkan suasana tradisional, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat lokal.
Semua pedagang merupakan warga setempat, sebagian besar memang kesehariannya berjualan, namun ada juga yang hanya berdagang saat acara berlangsung.
“Kami ingin mengangkat potensi desa sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga.
Selain itu, kami selalu menghadirkan konsep tematik di tiap event, tapi secara rutin pengurus dan pedagang mengenakan batik lurik,” tambahnya.
Aneka kuliner khas daerah seperti nasi jagung, pecel, bubur kacang hijau, soto, dan kopi disajikan di lapak-lapak tradisional.
Suasana khas pasar rakyat terasa kuat, dipadu antusiasme pengunjung dari berbagai daerah.
Selain itu, ada hiburan musik yang ikut memeriahkan suasana.
Tri Budi berharap, ke depan Pasar Sarwono dapat terus konsisten dan menjaga kualitas, agar pengunjung semakin betah dan tertarik berkunjung kembali.
“Kami ingin Pasar Sarwono menjadi ikon wisata desa yang kuat, dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dwi Siska (26), warga Kutuk, Undaan, mengaku baru pertama kali datang ke Pasar Sarwono. Ia mengetahui pasar ini dari temannya yang warga Wonosoco.
“Tadi saya coba soto dan beli jajanan buat dibawa pulang. Sebenarnya mau tukar koin, tapi sudah habis. Jadi akhirnya pakai uang tunai,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Virga Rosa (25), warga Lambangan, yang datang bersama keluarga.
Ia mengatakan pasar ini cocok sebagai destinasi wisata keluarga sekaligus mendukung UMKM lokal.
“Saya dapat 25 koin, tapi tetap kehabisan. Untung bisa bayar tunai juga. Antusiasme pengunjung sangat tinggi, semoga pasar ini terus berkembang,” katanya. (dik/amr)
Editor : Syaiful Amri