Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Jelang Idul Adha 2025, Populasi Ternak Bekembang, Daya Beli Menyusut

Andika Trisna Saputra • Kamis, 5 Juni 2025 | 19:35 WIB
TINJAUAN: Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) dan Dinas Perdagangan Kudus meninjau pasar hewan menjelang Idul Adha kemarin.
TINJAUAN: Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) dan Dinas Perdagangan Kudus meninjau pasar hewan menjelang Idul Adha kemarin.

KUDUS – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, Kabupaten Kudus mencatat surplus populasi hewan ternak mencapai 9.230 ekor.

Namun ironisnya, kondisi ini tidak seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat, yang justru mengalami penurunan sekitar 4 hingga 5 persen dibanding tahun lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo, menyebut penurunan daya beli masyarakat terjadi akibat melemahnya kondisi ekonomi.

Meski begitu, ia menilai tren tersebut masih dalam batas wajar.

”Memang daya beli masyarakat turun sekitar 4 persen karena terkendala ekonomi, namun tidak signifikan. Ini masih bisa dimaklumi,” kata Didik usai meninjau pasar hewan di Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus, Senin (2/6).

Berdasarkan data Dispertan, kebutuhan ternak kurban di Kudus tahun ini diperkirakan mencapai 12.106 ekor. Sedangkan populasi yang tersedia mencapai 21.336 ekor.

Artinya, ada kelebihan atau surplus sebanyak 9.230 ekor ternak, yang didominasi oleh domba.

Dari sisi tren populasi, terjadi peningkatan signifikan pada hewan ternak kambing, sedangkan sapi dan kerbau justru mengalami penurunan.

Meski demikian, kesehatan dan ketersediaan ternak dipastikan dalam kondisi aman.

”Setelah 20 hari masa karantina, semua hewan dipastikan sehat dan bebas dari PMK (penyakit mulut dan kuku), LSD (Lumpy Skin Disease), serta penyakit lainnya seperti radang mata, demam, atau pilek,” jelas Didik.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah, menyoroti khusus populasi kerbau yang masih belum mencukupi kebutuhan kurban.

Tahun ini, kebutuhan kerbau diperkirakan mencapai 1.910 ekor, namun ketersediaan lokal hanya sekitar 1.224 ekor kerbau jantan dewasa.

”Angka itu mencakup total populasi, termasuk anakan yang belum cukup umur. Untuk mencukupi kebutuhan, pedagang mendatangkan kerbau dari luar daerah seperti Banyuwangi, Lumajang, hingga wilayah Jawa Barat,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Andi Imam Santosa, turut meninjau pasar hewan dan mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat menurun juga dipengaruhi oleh faktor kebutuhan lainnya.

”Penurunan daya beli juga karena momennya bersamaan dengan kebutuhan menjelang tahun ajaran baru sekolah,” jelas Andi.

Achmad Sirrilwafa, peternak sekaligus pedagang hewan kurban di wilayah tersebut, mencatat adanya penurunan penjualan kerbau sekitar 20 persen dibanding tahun lalu.

”Alhamdulillah sampai hari ini sudah terjual 278 ekor kambing dan 24 ekor kerbau,” ujarnya saat ditemui di kandangnya.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka penjualan kambing meningkat, namun penjualan kerbau menurun dari 28 ekor menjadi 24 ekor.

Menurut Sirrilwafa, penurunan ini tidak lepas dari kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum stabil.

”Kalau dari obrolan pelanggan, banyak yang bilang kondisi keuangan sedang sulit.

Jadi mereka memilih kambing yang lebih terjangkau,” jelasnya. (dik/him/amr)

Editor : Syaiful Amri
#idul adha #ternak #kudus #kurban #kerbau #sapi #Populasi Ternak #kambing