Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sokong Ketahanan Pangan, Sungai Tumpang Dinomalisasi Lagi

Galih Erlambang Wiradinata • Jumat, 2 Mei 2025 | 22:33 WIB
DITANGANI: Alat berat dari BBWS Pemali Juana diturunkan untuk menormalisasi Sungai Tumpang di Desa Gondoharum.
DITANGANI: Alat berat dari BBWS Pemali Juana diturunkan untuk menormalisasi Sungai Tumpang di Desa Gondoharum.

JEKULO, RADARPATI.ID- Normalisasi Sungai Tumpang, di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo telah memasuki tahap kedua.

Sungai sepanjang empat kilometer tersebut menjadi sasaran program normalisasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Normalisasi tahap dua yang berada di isi timur ini mencakup pekerjaan pengerukan sungai dan membangun tanggul penahan banjir dari Sungai Juana.

Kondisi sungai tersebut kerap melimpas ke area persawahan warga.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Syarih Hidayat menyampaikan, tahap pertama telah diselesaikan.

Titik normalisasinya berada di sisi barat.

"Program SinergiKU DesaKU ini menitikberatkan pada semangat gotong royong yg kolaboratif, BPBD sebagai fasilitator. Kami membangun komunikasi dengan BBWS, BPSDA Seluna, dan stakeholder terkait,” imbuhnya.

Normalisasi ini sebagai wujud penanganan paska bencana banjir yang terjadi berturut-turut pada empat tahun terakhir.

Imbas banjir ini merendam lahan pertanian sebesar 92 hektar milik warga.

Syarif menambahkan, tujuan besar dari program ini untuk menjaga ketahanan pangan dengan normalisasi sungai.

Diharapkan setelah pekerjaan selesai Dinas terkait segera menyambut program dengan mengoptimalkan lahan pertanian yang selama ini tergenang setelah normalisasi selesai dilaksanakan.

”Kondisi ini sudah terjadi sejak tahun 1984 akibat pendangkalan sungai dan kurangnyaa pemeliharaan tanggul tanggul sungai. Lokasi banjir merupakan dataran rendah kawasan Kudus Timur, berada di sepanjang DAS Sungai Juana,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gondoharum, Kasmiran, mengapresiasi Inisiatif BPBD Kudus menjalin sinergi dengan BBWS Pemali Juana untuk menormalisasi sungai.

Dia menyebut penanganan sebelumnya memang belum pernah dilakukan.

Dari proses normalisasi tersebut, BBWS Pemali Juana mengerahkan alat berat beserta operator di lapangan. Pihak desa dan masyarakat turut berswadaya membantu program normalisasi tersebut.

”Kami berharap aliran air dari Patiayam berjalan lancar tanpa ada yang melimpas dan membanjiri sawah warga,” harapnya.

Air sungai yang berdekatan dengan lahan pertanian warga itu, bisa mengalir ke Sungai Juana.

Di sisi lain program normalisasi ini bisa menjadi manfaat untuk peningkatan cadangan air saat musim kemarau tiba. (gal/amr)

 

Editor : Syaiful Amri
#jekulo kudus #sungai juwana #kudus #Normalisasi #bpbd kudus