KUDUS, RadarPati.ID – Siapa sangka, kemajuan desa tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik seperti jalan dan irigasi?
Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus mengungkap bahwa kunci utama desa berkembang adalah pengelolaan data yang baik!
Melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), BPS Kudus mendorong desa-desa untuk lebih mandiri dalam mengelola data.
Baca Juga: SK Diserahkan pada Oktober 2025, CPNS di Kudus Disarankan Magang Dulu, Ini Kata Kepala Dinas
Program ini bertujuan memastikan kebijakan desa tidak asal dibuat, melainkan berdasarkan data valid dan akurat.
Statistisi Madya BPS Kudus, Agung Kusuma, menegaskan pentingnya data dalam menentukan arah kebijakan desa.
"Jangan sampai keputusan yang diambil hanya berdasarkan asumsi. Data harus lengkap agar desa semakin berkualitas," ujarnya.
Saat ini, baru empat desa di Kudus yang menjalankan program Desa Cantik.
Meliputi Desa Ngembal Kulon, Gulang, Jurang, dan Terban.
Setiap tahunnya, satu desa mendapat pendampingan khusus dari BPS.
Menariknya, Desa Gulang yang baru-baru ini dibina BPS telah memiliki infografis data yang detail.
Mulai dari jumlah warga yang memanfaatkan BUMDes, produksi caping kalo (topi khas Kudus), hingga program beasiswa bagi penghafal Al-Qur'an yang digagas kepala desa.
Agung menekankan bahwa desa yang sukses bukan hanya terlihat dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari seberapa baik mereka mengelola data.
"Desa adalah ujung tombak data. Data yang dikelola dengan baik bisa membawa perubahan luar biasa," tambahnya.
BPS juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus untuk membahas tata kelola data desa.
Agung berharap, ke depan semakin banyak desa yang sadar akan pentingnya data.
"Data bukan hanya angka di atas kertas, tapi aset berharga yang bisa menentukan masa depan desa," pungkasnya.
Dengan program ini, bukan tidak mungkin desa-desa di Kudus akan semakin maju dan berkembang pesat! (dik/him)