KUDUS, RadarPati.ID – Penjualan Pertamax di sejumlah Pertashop di Kudus anjlok drastis setelah beredar isu bahan bakar oplosan.
Operator mengaku kehilangan banyak pelanggan yang kini beralih ke Pertalite.
Atau membeli dalam jumlah lebih sedikit.
Abdul Aziz, operator Pertashop di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, menyebut penjualannya turun dari 500 liter menjadi 300 liter per hari.
Menurutnya, isu ini membuat pelanggan ragu.
Meskipun ia sendiri tetap menggunakan Pertamax karena merasa lebih hemat.
“Mengembalikan kepercayaan orang itu susah. Kalau harga Pertamax turun, mungkin mereka akan kembali,” kata Aziz.
Untuk meyakinkan pelanggan, beberapa pemilik Pertashop terpaksa menunjukkan sampel Pertamax dalam botol.
Supaya pembeli percaya bahwa BBM yang dijualnya asli.
Di sisi lain, sejumlah SPBU di Blora membantah adanya praktik pengoplosan Pertamax.
Pengawas SPBU Mlangsen, Kevin, memastikan bahwa bensin yang diterima selalu diperiksa kadar RON dan warnanya.
Meski demikian, dampak isu ini terasa nyata.
Antrean Pertalite di SPBU semakin panjang, sementara Pertamax makin ditinggalkan.
Akankah kepercayaan pelanggan bisa kembali? (dik/ari/zen/him)
Editor : Abdul Rochim