KUDUS, RadarPati.ID – Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, sebuah peninggalan sejarah Islam yang penuh makna masih berdiri kokoh di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus.
Masjid Jami' Wali Al-Ma'mur, yang telah berusia lebih dari 500 tahun, menyimpan kisah luar biasa dari sosok Arya Penangsang dan Sunan Kudus.
Yang paling mencuri perhatian adalah gapura kembar di pintu masuk masjid ini.
Baca Juga: Tiba-Tiba Oleng, Bus Jurusan Jepara - Pati Seruduk Rumah di Waturoyo Margoyoso
Gapura tersebut bukan hanya sekadar gerbang menuju masjid biasa.
Gapura ini memiliki desain identik dengan yang ada di Masjid Menara Kudus, dikenal sebagai Gapura Arya Penangsang.
Arsitekturnya mencerminkan perpaduan Islam dan Hindu.
Sama halnya toleransi yang diajarkan Sunan Kudus dalam dakwahnya.
Menurut Fatkhur Rohman Aziz, marbot masjid, gapura ini sempat mengalami renovasi pada 2009.
Sedangkan bangunan utama terakhir diperbaiki pada 2017.
Meski demikian, delapan peninggalan bersejarahnya masih tetap terjaga.
Seperti gapura, mustoko masjid, mimbar khotbah, prasasti, sumur, dan empat tiang penyangga utama masjid hingga makam kuno.
Selain keindahan arsitektur, tradisi turun-temurun juga masih hidup di masjid ini.
Tradisi manganan, golok-golok mentok, Rebo Wekasan, kupatan, hingga pelalan tetap dilestarikan.
Hal tersebut menghubungkan masa lalu dengan kehidupan spiritual masyarakat saat ini.
Fatkhur berharap masjid ini terus menjadi inspirasi dan pusat spiritual bagi umat Islam.
"Semoga keberadaan masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga jejak sejarah yang terus mengingatkan kita pada kejayaan dakwah Islam di Jawa," tuturnya.
Editor : Abdul Rochim