KUDUS, RadarPati.ID – Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kudus melakukan monitoring ke madrasah-madrasah diniyah (madin) di wilayah setempat.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi madin serta mengevaluasi upaya para guru dalam menata lembaga pendidikan tersebut agar lebih baik di masa mendatang.
Wakil Ketua RMI NU Kudus Bidang Madin, H. Khumaidi, menyampaikan monitoring ini penting guna meningkatkan mutu madin agar dapat mengimbangi madrasah formal.
Baca Juga: Madrasah Diniyah di Tengah Impitan: Maju Susah, Mundur Pun Ogah!
“Harapannya, madrasah diniyah tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Dengan peningkatan mutu, eksistensi madin akan semakin kuat,” ujarnya.
Namun, dalam pelaksanaannya, monitoring ini menghadapi tantangan yang cukup berat.
Salah satu tantangan utama adalah menurunnya jumlah santri yang belajar di madin.
Selain itu, masih terdapat kendala dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang perlu segera dievaluasi dan diperbaiki.
Selain itu, terdapat permasalahan terkait ijazah madin yang hingga saat ini belum memiliki fungsi yang diakui oleh pemangku kepentingan.
Oleh karena itu, RMI NU Kudus berharap ada upaya dari pihak terkait agar ijazah madin dapat memiliki nilai guna yang lebih baik di masyarakat.
“Para pendahulu kita telah mendidik generasi melalui madrasah diniyah. Ilmu yang diperoleh dari madin sangat berguna, baik untuk ibadah maupun dalam kehidupan bermuamalah,” tambah H. Khumaidi.
Dengan adanya monitoring ini, diharapkan madrasah diniyah semakin berkembang dan mampu berkontribusi dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. (him)
Editor : Abdul Rochim