KUDUS, RadarPati.ID - Banjir yang melanda Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, sejak Rabu (22/1) malam mengakibatkan terganggunya aktivitas belajar mengajar di SD 1 Setrokalangan.
Ketinggian air mencapai 60 Cm. Pihak sekolah memutuskan meliburkan para siswa demi keselamatan pada Kamis (23/1).
Guru SD 1 Setrokalangan, Edi, menjelaskan keputusan meliburkan siswa diambil setelah air yang semula diperkirakan tidak akan masuk ke area sekolah justru naik drastis hingga memutus akses jalan.
Sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) dibatalkan.
”Semula jadwalnya tetap masuk, tapi ternyata ketinggian air sudah terlalu berbahaya bagi anak-anak. Jadi kami liburkan,” ujar Edi.
Berbeda dengan SD 1, kegiatan belajar mengajar di SD 2 Setrokalangan tetap berlangsung meski air setinggi 40 Cm telah masuk ke halaman sekolah.
Guru SD 2 Setrokalangan, Indah Rahayuningati, menyatakan proses belajar berjalan seperti biasa namun dengan pengurangan durasi.
“Selama air belum masuk ke ruang kelas, kegiatan belajar tetap dilakukan, tetapi siswa dipulangkan lebih awal untuk berjaga-jaga (jika ketinggian air naik, Red),” ucap Indah.
Kepala Desa Setrokalangan, Didik Handono, menyebutkan banjir di Desa Setrokalangan itu akibat limpasan air dari Bendung Wilalung yang mengarah ke Sungai Wulan Drainase I.
Selain sekolah, rumah warga, jalan desa, dan lahan sawah milik warga juga terendam banjir.
“Kami terus memantau kondisi dan memastikan warga yang terdampak banjir mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” jelas Didik.
Banjir yang terjadi tidak hanya berdampak pada fasilitas pendidikan, tetapi juga mengganggu aktivitas warga setempat.
Hingga kini, warga dan pemerintah desa masih berupaya menangani dampak banjir yang terus meluas. (Andika Trisna/zen)
Editor : Abdul Rochim