Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Begini Kesaksian Tetangga sebelum Pasutri di Dawe Kudus Ditemukan Meninggal

Abdul Rochim • Kamis, 26 Desember 2024 | 18:21 WIB

 

BERDUKA: Kondisi rumah duka atau TKP kasus ditemukannya pasutri yang meninggal di dalam rumahnya telah dipasangi garis polisi, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
BERDUKA: Kondisi rumah duka atau TKP kasus ditemukannya pasutri yang meninggal di dalam rumahnya telah dipasangi garis polisi, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS, Radar Kudus – Terdengar teriakan keras malam sebelum ditemukan sepasang suami istri (pasutri) yang meninggal di dalam rumah di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kudus pada Senin (23/12).

Diberitakan sebelumnya pasutri Sahlan, 69, dan istrinya Runtanah, 57, ditemukan tewas di rumahnya RT 5/RW 3, Desa Ternadi, Dawe, Kudus, pada Senin (23/12).

Informasi baru terkait kasus pasutri ini didapat dari salah satu warga setempat yang enggan disebut namanya.

Ia menjelaskan menurut informasi yang didengar dari tetangga, bahwa malam hari sebelum ditemukannya meninggal, terdengar teriakan seperti orang cekcok.

Ia menceritakan, pada malam harinya terdengar suara seperti orang ribut dari dalam rumah tersebut.

"Bahkan tetangga sekitar mencoba mengetuk pintu rumah kedua korban. Untuk memastikan apa yang terjadi, namun tidak dibuka dan suasana hening kembali,” jelasnya pada Rabu (25/12).

Ia menambahkan, pasutri tersebut memang kerap terjadi cekcok di antara keduanya.

Rumahnya hanya dihuni oleh mereka berdua, karena anak-anaknya sudah berkeluarga.

Ia menjelaskan kondisi jenazah Sahlan di ruang tengah  atau di depan TV dengan luka di bagian kepala.

Sedangkan jenazah Runtanah ditemukan di kamar tidur (samping kasur) dengan luka di bagian kepala dan tulang rusuknya dikabarkan patah.

“Menurut penyelidikan, luka tersebut diakibatkan oleh senjata tajam. Sebab ditemukan ada bercak-bercak darah juga,” jelasnya.

Janggalnya, menurut informasi yang beredar rumahnya terkunci dari dalam.

“Jika misal memang mereka dibunuh, kan seharusnya ada bekas yang dibobol. Tapi saya kurang tahu juga, ini juga dalam proses penyelidikan polisi, mereka yang lebih tahu kelanjutannya,” terangnya.

Ketua RT 5/3 Desa Ternadi, Ahmad Mundakir mengatakan tidak begitu paham terkait kronologi kejadian tersebut.

Ia mengaku saat kejadian tersebut dirinya sedang tidak berada di rumah. Rumahnya sekitar 500 meter dari rumah duka.

“Saya saat ada kabar tersebut saya tidak di rumah, saya sedang garap ladang dari pagi,” ujarnya pada Rabu (25/12).

Mundakir menjelaskan dari berbagai informasi yang diterima, pasutri tersebut ditemukan meninggal di dalam rumah oleh tetangga sekitar pukul 13.30 WIB.

Hal tersebut dapat diketahui oleh tetangga yang mulai curiga dengan lampu yang masih menyala hingga siang.

Ditambah lagi ada makanan yang diantar oleh kerabatnya (cucu) masih tergantung di depan pintu rumah tersebut.

Alhasil warga memutuskan untuk masuk rumah tersebut melewati jendela di samping rumah.

Dan kedua jenazah dievakuasi menggunakan ambulans untuk dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi.

“Anaknya itu juga kebetulan kerja di rumah sakit tersebut, entah perawat atau dokter saya kurang tahu,” ujarnya.

Rumah korban menghadap ke utara. Sebelah barat berdekatan dengan rumah kosong.

Di barat rumah kosong rumah berpenghuni. Tiga rumah itu memiliki satu halaman.

Rumah paling barat bersebelahan dengan gang. Sementara batas timur dari rumah korban dipisahkan dinding cukup tinggi dengan tetangga sebelahnya.

Terdapat garis polisi yang telah terpasang mengelilingi rumah duka. Tenda lengkap dengan kursi berdiri di tiga rumah itu.

Ada juga serta papan ucapan yang telah berdiri di halaman (tiga rumah satu halaman) rumah tersebut.

Beberapa motor warga yang berkumpul itu juga diparkir di halaman tersebut.

Sementara itu, sekitar pukul 11.00 WIB kemarin, suasana rumah paling barat dipenuhi para tetangga sekitar yang berkumpul.

Rombongan laki-laki berkumpul di teras rumah. Sedangkan perempuan di ruang tengah.

”Ini persiapan selamatan tiga hari dari kepergian para korban,” jelas salah satu warga yang juga enggan disebutkan namanya.

Menurut pemilik rumah (dua rumah sebelah barat rumah duka), acara perkumpulan tersebut merupakan acara syukuran.

Ia juga mengaku tidak tahu kronologi kejadian yang menimpa pasutri tersebut.

Sedangkan dari pengakuan tetangga lain yang hadir, acara tersebut merupakan persiapan tiga harinya yang akan digelar tahlilan pada sore hari. (Andika Trisna/zen)

 

 

Editor : Abdul Rochim
#tetangga #kudus #luka #pasutri #dawe