Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pasutri di Dawe Kudus Tewas dengan Tanda-Tanda Kekerasan, Ini Keterangan Polisi

Galih Erlambang Wiradinata • Rabu, 25 Desember 2024 | 02:45 WIB
MASIH TANDA TANYA: Polisi memasang garis polisi di rumah pasangan suami istri yang tewas di rumahnya di Desa Ternadi, Dawe, Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR PATI)
MASIH TANDA TANYA: Polisi memasang garis polisi di rumah pasangan suami istri yang tewas di rumahnya di Desa Ternadi, Dawe, Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR PATI)

KUDUS, RadarPati.ID – Pasangan suami istri (pasutri)  di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, yang tewas di rumahnya diautopsi (24/12).

Hasilnya, pada dua jasad itu, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Sebelumnya, pasutri asal Desa Ternadi tersebut, ditemukan tewas pada Senin (23/12) siang lalu.

Hari itu juga, polisi sebelumnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TPK) di lokasi.

Usai mengidentifikasi, kedua jasad tersebut, dievakuasi dan diotopsi di RSUD Loekmono Hadi.

Pasutri tersebut, Sahlan, 69, dan istrinya Runtanah, 57. Mereka tewas di rumahnya yang berlokasi di RT 5/RW 3, Desa Ternadi, Dawe.

Menurut keterangan Humas RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr. Taura Avensia menjelaskan, kedua korban yang tewas tersebut, telah selesai diotopsi.

Pasutri tersebut, telah dikebumikan pada Selasa (24/12).

Dari hasil otopsi, dokter menyebutkan, Runtanah, istri yang tewas itu, tulang rusuk dan tulang bagian belakang patah.

Sedangkan pada jasad Sahlan, suami ada tanda kekerasan di bagian kepala.

Terkait tanda kekerasan apakah ada dugaan pemukulan, Taura enggan berkomentar banyak.

”Kasus tewasnya pasutri ini, masih didalami polisi saat ini,” katanya.

Menurut keterangan anak korban Ikda Masfiah, 47, mengaku, kurang tahu dengan kejadian tewasnya kedua orang tuanya tersebut.

Sebab, ia sudah tidak tinggal satu rumah bersama kedua orang tuanya itu.

Ikda mengaku kaget mendengar bapak kandung dan ibu tirinya itu tewas.

Sepengetahuannya, kedua orang tuanya itu, tidak memiliki riwayat penyakit yang parah.

”Pertemuan saya terakhir kemarin hari Minggu, siangnya bapak ke sawah," katanya.

Dari informasi yang diperoleh dari pihak keluarga korban, pasutri ini tewas Senin (23/12) sekitar pukul 14.00.

Sebelum tewas, cucu korban sempat mengirimkan sarapan ke rumah korban.

Cucu korban sempat menggedor pintu rumah korban, tapi tidak ada respon.

Tetangga di sekitar rumah korban melihat lampu di rumah Sahlan masih hidup pada pukul 13.00.

Tetangga korban mengetuk rumah, tapi tidak ada respon dari dalam.

Akhirnya, tetangga korban mendobrak rumah milik Sahlan dan keduanya telah tewas.

Sang istri tewas di dalam kamar sedangan suaminya tewas di ruang tamu. (gal/lin)

SEMPIT: Kondisi inlet yang menjadi saluran pembuangan air menuju ke sungai.
SEMPIT: Kondisi inlet yang menjadi saluran pembuangan air menuju ke sungai.
Editor : Abdul Rochim
#rsud dr loekmono hadi #kekerasan #kudus #autopsi #pasutri