Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pemulihan Daerah Aliran Sungai, UMKU Kudus Tanam 2.750 Bibit Pohon

Indah Susanti • Selasa, 24 Desember 2024 | 03:10 WIB
HIJAUKAN ALAM: Rektor UMKU Edy Soesanto dan sejumlah pejabat melakukan penanaman pohon penghijuan kawasan kampus (23/12). (DONNY SETYAWAN/RADAR PATI)
HIJAUKAN ALAM: Rektor UMKU Edy Soesanto dan sejumlah pejabat melakukan penanaman pohon penghijuan kawasan kampus (23/12). (DONNY SETYAWAN/RADAR PATI)

KUDUS, RadarPati.ID – Balai Pengelolaan Daerah Sungai (BPDAS) Jratun menggandeng Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) bersama Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah menanam 2.750 bibit pohon yang menghasilkan buah dan peneduh.

Penanaman itu dilakukan untuk pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kudus.

Rektor UMKU Edy Soesanto mengatakan, gerakan penanaman bibit pohon ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan semangat melestarikan lingkungan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menumbuhkan semangat para mahasiswa untuk sadar lingkungan disekitarnya.

”Ini akan berlanjut, karena belum bisa mengatasi secara langsung, harus ada keberlanjutan. Minimal memberikan contoh kepada masyarakat untuk menanam pohon sebagai bentuk pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Pihaknya akan terus mengajak kolaborasi dengan BPDAS Jratun dalam upaya oksigenasi, pencegahan pemanasan global, perubahan iklim, dan sebagainya.

Ia mengatakan, proses ini akan berjalan sangat lama. Menurutnya menanam pohon bukan perkara mudah karena membutuhkan kesadaran dengan edukasi yang intensif.

Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan BPDAS Jratun Zayinul Farhi mengatakan, saat ini DAS di Kudus dalam kondisi kritis.

Penurunan fungsi DAS terjadi sangat signifikan melihat berbagai dampak yang terjadi.

”Kalau saat musim hujan terjadi banjir dan longsor tapi memasuki musim kemarau terjadi kekeringan, ini akibat dari menurunnya fungsi DAS di sini,” jelasnya kemarin (23/12) 2024.

Oleh karena itu, perlu adanya rehabilitasi lahan yang kritis di DAS itu. Pemulihan yang dicanangkan melalui gerakan penanaman pohon bersama.

Lalu, pihaknya mencoba menggandeng Muhammadiyah Kudus untuk merealisasikannya.

Menurutnya, gerakan menanam pohon sangat signifikan dampaknya jika dilakukan secara kelompok.

”Lebih efektif dilakukan secara grup, terlebih saat ini bibit yang disalurkan adalah bibit pohon buah yang memiliki nilai ekonomis,” terangnya.

Ia akan memfasilitasi segala bentuk upaya yang berkaitan dengan rehabilitasi DAS.

Ke depan pihaknya akan menginventarisasi data daerah rawan yang disodorkan Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Kudus untuk ditindaklanjuti.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Purnawirawan, mengatakan 2.750 bibit tanaman tersebut terdiri dari pohon mangga, jambu, durian, kelengkeng dan alpukat.

Namun, ada beberapa bibit yang tidak berbuah, seperti pohon tabebuya.

”Ya selain meningkatkan kualitas oksigen juga mampu memberikan nilai ekonomis, seperti buah alpukat nantinya kalau berbuah, kemudian mangga dan sebagainya,” ungkapnya. (san/zen)

 

 

 

Editor : Abdul Rochim
#kudus #umku #jambu #muhammadiyah #Daerah Aliran Sungai (DAS) #mangga #alpukat