Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kasus DBD Meningkat, Bupati Kudus Terpilih Sam’ani Minta Gencarkan 3M

Galih Erlambang Wiradinata • Minggu, 22 Desember 2024 | 01:56 WIB
PENCEGAHAN: Bupati Kudus terpilih Sam’ani Intakoris meninjau pasien yang dirawat di IGD RS Aisyiyah. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR PATI)
PENCEGAHAN: Bupati Kudus terpilih Sam’ani Intakoris meninjau pasien yang dirawat di IGD RS Aisyiyah. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR PATI)

KUDUS, Radarpati.ID – Calon bupati Kudus terpilih Sam’ani Intakoris prihatin dengan meningkatnya wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kondisi ini membuat antrean pasien di IGD yang menjalani rawat inap membeludak.

Sam’ani meninjau langsung pasien-pasien yang tengah menjalani rawat inap di RS Aisyiyah Kudus.

Rata-rata pasien yang tengah diobservasi di IGD terindikasi terkena DBD. Mereka yang dirawat kebanyak masih anak-anak.

Sam’ani Intakoris mengaku prihatin atas wabah DBD yang melanda belakangan ini.

Kondisi itu menjadi perhatian dan pelajaran untuk selalu menekankan kebersihan saat musim penghujan tiba.

”Wabah DB kan tengah mewabah, melihat di RS Aisyiyah alhamdulillah di sini gerak cepat menangani pasien. Walaupun pasiennya melebihi kapasitas tempat tidur sampai ada yang inden,” katanya.

Mantan Sekda Kudus ini meminta, masyarakat meneerapkan gerakan 3M (Menguras, Menutup dan Mendaur ulang) dalam program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Masyarakat juga diminta untuk juga mengatur pola hidup sehat demi menjaga ketahanan tubuh.

Menurutnya nyamuk aides aegypti tahan dengan obat-obatan.

Dia juga akan menggerakan kerja bakti di desa-desa agar tidak terjadi genangan air yang akan menimbulkan perkembangbiakan nyamuk DB.

”Sudah kami sampaikan ke DKK untuk melakukan imbaun ke masyarakat. Nanti juga kami bekerja sama dengan TNI dan Polri,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RS Aisyiyah Kudus, dr. Indah Rosiana menjelaskan, ada 25 pasien DBD yang dirawat di rumah sakit setempat.

Sementara di Ruang IGD, masih ada beberapa pasien yang masih dalam pemeriksaan dan pemantauan.

“Ini di IGD sampai inden sekitar 15 pasien. Memang akhir-akhir ini lonjakan kesakitan cukup banyak, terutama pasien DBD,” tambahnya.

Meski demikian, kata Indah RS Aisyiyah akan tetap memberikan pelayanan yang maksimal.

Dia menyebut menyediakan ruang intermediate sebagai ruang transit sementara bagi pasien dari IGD yang belum memperoleh ruang inap. (gal/him)

 

 

Editor : Abdul Rochim
#Demam Berdarah (DBD) #kudus #igd #pemberantasan sarang nyamuk