Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Setelah Jalani Pelatihan AI Tiga Hari Full, Ubah Cara Guru SLB Purwosari Kudus Mengajar, Ini Hasilnya

Abdul Rochim • Sabtu, 30 November 2024 | 03:21 WIB
MEDIA AJAR: Guru SLBN Purwosari dapat membuat gambar ala editor handal dengan aplikasi MergeExplorer. (SLBN Purwosari Kudus untuk RadarPati.ID)
MEDIA AJAR: Guru SLBN Purwosari dapat membuat gambar ala editor handal dengan aplikasi MergeExplorer. (SLBN Purwosari Kudus untuk RadarPati.ID)

KUDUS, 28 November 2024 – Sebanyak 35 guru dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Purwosari mengikuti pelatihan pembuatan media ajar interaktif selama tiga hari.

Yaitu Selasa (26/11), Kamis-Jumat (28-29/11). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik pembelajaran siswa dengan memanfaatkan teknologi berbasis artificial intelligence (AI).

Pelatihan ini dipandu oleh Hendrik Hermawan, Kepala SD 1 Tanjungrejo Wirosari yang memiliki keahlian dalam pembuatan media pembelajaran inovatif.

Materinya meliputi  chat GPT, augmented reality yang menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi, aplikasi heygen membuat karakter 3D

Cara membuatkanya dengan sejumlah aplikasi. misalnya, Aplikasi Wordwall.

Dalam pelatihan ini, para peserta dilatih menggunakan berbagai aplikasi tersebut.

Aplikasi ini memungkinkan guru membuat soal yang dilengkapi dengan gambar, video, dan audio untuk menarik perhatian siswa, terutama yang memiliki kebutuhan khusus seperti grahita, tuna rungu, dan tuna netra.

Menurut Hendrik Hermawan, penggunaan media berbasis teknologi ini akan membantu guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa, khususnya siswa dengan kebutuhan khusus.

Peserta mengikuti antusias. Mereka menganggap masih cukup mudah diikuti.

Para peserta merasa tertarik karena dapat membuat pembelajaran lebih menarik bagi siswa.

Salah satu peserta menyebutkan bahwa metode ini sangat membantu anak-anak untuk lebih fokus dan tertarik dalam proses belajar.

Ketua panitia, Ahmad Mustofa, yang juga guru di SLBN Purwosari, menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan daya tarik pembelajaran siswa.

Ia menambahkan bahwa selama ini media pembelajaran di SLBN masih minim,

Sehingga pelatihan ini diharapkan dapat memperkaya metode pengajaran yang lebih audio-visual.

“Selama ini kami memang masih kekurangan media pembelajaran yang interaktif. Dengan pelatihan ini, kami diajari sampai bisa membuat media sendiri, seperti video dan game yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan siswa, termasuk anak-anak tuna rungu dan tuna netra,” ujar Ahmad Mustofa.

Pelatihan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga menekankan pada praktik langsung.

Para peserta diberikan pendampingan hingga benar-benar mampu membuat media ajar secara mandiri.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah pembuatan media yang memungkinkan karakter virtual berbicara dan memberikan penjelasan, sehingga cocok untuk anak-anak dengan keterbatasan tertentu.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para guru di SLBN Purwosari dapat menerapkan media ajar interaktif dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, meningkatkan kreativitas dan motivasi siswa dalam belajar. (him)

Editor : Abdul Rochim
#artificial intelegence #kudus #SLBN #aplikasi