KUDUS, RadarPati.ID – Pendapatan pedagang mapun objek wisata Air Terjun Montel mengalami penurunan. Akibatnya minat pengunjung berkurang.
Objek wisata Air Terjun Montel terlihat sepi pada Rabu (23/10). Minat pengunjung berkurang karena Air Terjun Montel yang mengering.
Kejadian ini sudah berjalan selama dua bulan sejak Agustus.
Para pedagang di sana mengeluhkan omzet mereka yang menurun drastis dari hari biasanya.
Dari banyaknya warung di sana. Hanya tiga warung yang masih memilih buka. Meski mereka juga tahu keadaan dan kondisi objek wisata Air Terjun Montel.
Pemilik warung, Toya mengatakan meskipun sepi pengunjung, tapi masih ada dua atau tiga pengunjung yang datang. Kadang hari libur lebih banyak pengunjung.
Dalam menangani kondisi tersebut, pedagang di sana mencari pekerjaan sampingan.
Beberapa pedagang yang tutup lebih memilih pindah haluan agar tetap bisa menghidupi keluarga.
”Saya juga tidak setiap hari buka mas, sekiranya ingin buka ya saya buka kesini. Temen-temen saya ada yang pindah haluan dari pedagang ke laundry, pabrik, petani, dan lain-lain,” katanya.
Pedagang asongan, Alim mengaku kondisi air terjun saat ini sangat berdampak pada omzetnya. Omzetnya saat ini tidak ada setengah dari omzet kondisi normal.
”Biasanya omzet saya sehari bisa Rp 400 – 600 ribu, namun saat ini memperoleh Rp 100 ribu pun susah,” ujarnya.
Selain pedagang, dampak ekonomi juga dirasakan oleh pihak pengelola wisata. Omzet penjualan tiket masuk saat ini hanya sepertiga dari kondisi normalnya.
Pihak pengelola wisata sudah merencanakan perbaikan pada objek wisata Air Terjun Montel guna menarik minat pengunjung.
Namun, itu masih menjadi wacana yang belum terealisasikan.
Bendahara KTH, Hendro mengatakan, akan menjadwalkan penertiban dan perbaikan objek wisata Air Terjun Montel.
Dana tersebut berasal dari pihak KTH sendiri. Rencananya akan membuat kolam kecil untuk anak-anak, WC umum, dan tempat beribadah.
“Kami nanti akan sementara menggeser tempat jualan yang di depan air terjun. Kemudian kami gunakan untuk perbaikan fasilitas umum dan tempat bermain,” ujarnya.
Hendro berharap dengan adanya penertiban dan perbaikan dapat menaik minat pengunjung untuk datang ke objek wisata Air Terjun Montel.
Sehingga kondisi perekonomian disana kembali normal, bahkan diharapkan mengalami kenaikan.
Pengunjung Montel pun tak ingin berlama-lama di sana. Padahal untuk memasuki obyek wisata itu harus membayar Rp 10 ribu. Karena debit air kecil.
”Pengunjung sebenarnya sudah dikasih tau bahwa montel air terjunnya kecil saat membayar di loket,” jelasnya. (Andika Trisna Saputra/him)
Editor : Abdul Rochim