KUDUS, RADARPATI.ID – Politisi Partai Golkar Nusron Wahid akhirnya dilantik menjadi menteri Agraria dan Tata Ruang/ Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kemarin oleh Presiden Prabowo.
Momen pelantikan ini disaksikan keluarga Nusron Wahid melalui streaming di lingkungan sekolah miliknya.
Keponakan Nusron Wahid, Arif Wahyudi mengatakan, tidak ada acara besar-besar atas terlantiknya saudaranya itu menjadi menteri.
Keluarga memberikan ucapan selamat dan doa restu melalui grup whatsapp keluarga.
Menurut Wahyudi, jabatan ini adalah amanah dan punya tanggungjawab besar bagi negara.
Iringan doa terus diberikan dari keluarga besar kepada Nusron.
”Dari keluarga hanya berpesan semoga kuat dan bisa menjalani amanah baru ini dengan baik. Apa yang dicita-citakan oleh UU dan pemberi amanah Pak Prabowo bisa tercapai,” ungkapnya.
Terkait jabatan baru ini, keluarga berpesan masalah-masalah yang terjadi di bidang pertahanan bisa diselesaikan dengan baik.
Sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Penyelesaian masalah pertanahan ini tidak bisa diselesaikan secara sendirian. Perlu adanya kolaborasi dalam penyelesainnya dengan kemeterian terkait.
”Yang lain contohnya dengan kemeterian kehutanan. Semoga Pak Nusron bisa menyelesaikan dan mengerjakan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Dengan dilantiknya Nusron sebagai menteri ini, tentunya tidak akan melupakan kota kelahiran.
Koneksi dan hubungan emosional Nusron Wahid tentunya masih melekat untuk Kabupaten Kudus.
Amanah baru yang diterima oleh Nusron ini menjadi poin plus bagi pemerintah daerah Kabupaten Kudus.
Hubungan komunikasi pemerintah daerah dengan pusat akan lebih mudah dijembatani.
Kabupaten Kudus akan dilirik pemerintah pusat. Contoh kecilnya adalah kemudahan akses pengusulan anggaran pemerintah pusat untuk kemajuan bidang infrastruktur maupun lainnya.
”Apalagi orang Kudus ada dua yang jadi menteri (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti). Jadi ini akan lebih mudah terkoneksinya,” katanya.
Diketahui, Nusron Wahid lahir di Kudus dan mengenyam pendidikan di dua Madrasah Aliyah.
Yakni di MA Qudsiyah dan di SMA NU Almaruf Kudus.
Politisi ini lahir dari keluarga sederhana dan merupakan santri.
Di samping itu, Nusron juga merupakan kakak dari Mawahib Afkar yang merupakan calon wakil bupati Kudus. (gal/him/amr/izza)