Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

KEREN! Peringati HSN 2024, Ratusan Santri di Kudus Adu Hafalan dan Bacaan Kitab Kuning, Ini Nomor-Nomor Kitab Kuning yang Dihafal dan Dibaca!

Galih Erlambang Wiradinata • Senin, 7 Oktober 2024 | 01:46 WIB
UNJUK GIGI: Sejumlah santri peserta lomba membaca kitab dalam rangka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di Pendapa Kabupaten Kudus (6/10). (DONNY SETYAWAN/ RADAR KUDUS)
UNJUK GIGI: Sejumlah santri peserta lomba membaca kitab dalam rangka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di Pendapa Kabupaten Kudus (6/10). (DONNY SETYAWAN/ RADAR KUDUS)

KUDUS, RadarPati.ID– Ratusan santri mengikuti kompetisi menghafal dan membaca kitab kuning di Pendapa Kabupaten Kudus pada Minggu (6/10).

Agenda tersebut untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN)2024 serta mempertahankan nilai-nilai tradisi di pesantren.

Penyelenggera kompetisi tersebut, Sekretaris Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Kudus, Khifni Nasif mengatakan, total santri yang mengikuti ajang pembacaan kitab kuning tersebut ada sebanyak 200 orang.

Sedangkan untuk lomba menghafal diikuti sebanyak 67 santri. Untuk peserta sendiri merupakan dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Kudus.

Untuk membaca kitab ada dua kategori yaitu membaca kitab kuning bidang fikih dan membaca kitab kuning bidang nahwu. Masing-masing kategori terdapat tiga nomor.

”Untuk membaca kitab kuning bidang fikih nomor ula atau pemula yang harus dibaca yaitu kitab safinah al-najah,” jelasnya.

Sedangkan untuk nomor wustho atau pertengahan kitab yang harus dibaca yaitu kitab fath al-qarib bab ubudiyah.

Dan untuk nomor paling tinggi atau ulya kitab yang dibaca yaitu fath al-muin bab ubudiyah.

Untuk kompetisi membaca kitab di bidang nahwu juga terdapat tiga nomor.

Nomor pemula yaitu harus membaca kitab matan jurumiyah. Kemudian nomor pertengahan harus membaca kitab syarah imrithi.

Dan terakhir untuk nomor paling tinggi atau nomor ulya kitab nahwu yang harus dibaca yaitu syarah ibn aqil.

”Selain membaca ada juga kompetisi menghafal atau muhafazah kitab bidang nahwu. Untuk kompetisi menghafal kitab ini juga terdiri atas tiga nomor,” katanya.

Pemula harus menghafal kitab matan jurumiyah. Kemudian untuk tingkat pertengahan harus menghafal kitab mazam imrithi.

Untuk tingkat terakhir eserta harus menghafal kitab nazam alfiyah ibn malik.

Kitab-kitab kuning yang dilombakan tersebut merupakan hal yang diajarkan hampir di setiap pesantren.

Kifni berharap adanya kompetisi kali ini tradisi pesantren yang selama ini sudah berlangsung bisa semakin terjaga dan lestari. (gal/him)

Editor : Abdul Rochim
#kitab kuning #nahwu #alfiyah #RMI NU Kudus #Hari Santri Nasional (HSN)