KOTA, RADARPATI.ID - Kekeringan akibat kemarau panjang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Kudus.
Imbasnya, empat desa di Kabupaten Kudus mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Akibat kekeringan ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus melakukan droping air di empat wilayah tersebut.
Dari pendistribusian air tersebut empat tandon air ditempatkan di wilayah krisis air.
Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji mengatakan, empat desa yang terdampak krisis air bersih ini ada di Desa Setrokalangan, Kedungdowo, Kalirejo, dan Glagah Waru.
”Kelangkaan air ini dikarenakan kemarau panjang atau kekeringan,” jelasnya.
Munaji menambahkan, sampai dengan ini droping air masih dukucurkan.
Jumlah droping air di setiap wilayah bervariasi tergantung kebutuhan warga.
Seperti di Desa Setrokalangan, Kaliwungu : 72.000 liter untuk 191 KK/600 jiwa.
Di Desa Kedungdowo, Kaliwungu ada sebanyak 43.000 liter untuk penerima manfaat 177 KK/537 jiwa.
Untuk di Desa Kalirejo, Undaan 25.000 liter untuk 90 KK/150 jiwa.
Desa Glagahwaru, Undaan 25.000 liter untuk diterima 144 KK/279 jiwa.
”Total air tersalurkan sampai sekarang 165.000 liter (Penerima Manfaat 602 KK/1566 Jiwa),” jelasnya.
Munaji menambahkan, untuk memudahkan pendistribusian air, BPBD menyediakan empat tandon air.
Kapasitas masing-masing tandon air sebesar 5 ribu liter.
Droping air tersebut dilakukan oleh relawan secara rutin.
Dalam seminggu kebutuhan air bersih didistribusikan empat sampai lima kali.
”Pendistribusian air bersih ini dengan pihak terkait untuk kebutuhan warga,” tandasnya. (gal/ded/him)
Editor : Abdul Rochim