Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Festival Kirab Budaya HUT ke-475 Kudus Tampilkan Gadis Kretek hingga Tebokan Begini Keseruannya

Abdul Rokhim • Senin, 23 September 2024 | 02:00 WIB
KIRAB BUDAYA: Penampil membawakan tarian saat Festival Kirab Budaya memperingati HUT ke-475 Kabupaten Kudus pada Sabtu (21/9) malam. DEDY IRAWAN/ RADARPATI.ID
KIRAB BUDAYA: Penampil membawakan tarian saat Festival Kirab Budaya memperingati HUT ke-475 Kabupaten Kudus pada Sabtu (21/9) malam. DEDY IRAWAN/ RADARPATI.ID

KUDUS, RADARPATI.ID – Memperingati HUT ke-475 Kabupaten Kudus, warga Kudus tumplek blek menikmati pagelaran Festival Karnaval Budaya di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (21/9) malam.

Ribuan warga dengan antusias berduyun-duyun memadati alun-alun helatan setahun sekali itu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kepadatan menjalar sampai Jalan Jendral Sudirman.

Baik orang tua, remaja, anak-anak bahkan hingga balita dan paluka UMKM pun nampak menikmati perhelatan tersebut.

Diketahui, ada kurang lebih 30 kontingen atau kelompok dari berbagai elemen masyarakat turut meriahkan.

Di antaranya, sebanyak 10 sekolah, 9 Kecamatan, sejumlah perusahaan swasta, komunitas masyarakat, karang taruna, hingga kelompok kesenian.

Dengan bangga, masing-masing kontingen atau kelompok menampilkan berbagai karya seni budaya Kabupaten Kudus, baik tradisi budaya di Kota Kretek, sampai beragam kesenian khas Kabupaten Kudus.

Masing-masing kontingen menampilkan karya seni budaya Kabupaten Kudus yang beraneka ragam.

Mulai dari tradisi budaya di Kota Kretek, hingga beragam kesenian khas Kabupaten Kudus.

Festival Kirab Budaya 2024 Kabupaten Kudus dibuka dengan penampilan dari marching band SMK Wisuda Karya.

Sementara, 10 peserta dalam kategori sekolah menampilkan berbagai kebudayaan Kota Kretek.

Seperti MKKS SMK Kabupaten Kudus dengan asimilasi empat negeri membalut busana adat Kudus, SMPN 1 Kudus dengan kesenian barongannya, SMPN 5 Kudus dengan tradisi rewang manten, SMPN 3 Kudus dengan pertunjukan gadis kretek, SMPN 1 Bae dengan pertunjukan memetri sendang jodo, SMPN 1 Dawe dengan pertunjukan nikmatnya kopi Muria, SMPN 1 Gebog dengan tradisi kupatan, SMPN 2 Kudus dengan pertunjukan Kuncaraning Madu Muria, SMPN 4 Kudus dengan tradisi Tebokan, dan terakhir SMPN 1 Jati dengan pertunjukan kayu naga Muria.

Salah satu tarian Adat yang ditampilkan peserta di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, kemarin (21/9). DEDY IRAWAN/ RADARPATI.ID
Salah satu tarian Adat yang ditampilkan peserta di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, kemarin (21/9). DEDY IRAWAN/ RADARPATI.ID

Sedangkan, masyarakat Desa Kaliputu juga tak mau kalah.

Mereka dengan bangga melakukan kirab dengan jenang tebokan.

Sedangkan Desa Karangampel dengan tari jaran upet.

Kecamatan Gebog tampil dengan pertunjukan padhang pasuryan sendang widodari.

Desa Ngembal Kulon Kecamatan Jati dengan tradisi Saparan, Desa Kutuk Kecamatan Undaan dengan tradisi budaya lempongan, Desa Kandangmas dan Kuwukan Kecamatan Dawe dengan budaya Sewu kupat dan seni barongan, Desa Pedawang Kecamatan Bae dengan legenda singo barong, Desa Gulang Kecamatan Mejobo dengan tarian caping kalo, dan Karangtaruna Jekulo dengan bumi purba Pati Ayam.

Beberapa kontingen atau kelompok lain, seperti PT Pura Barutama, Liongs Tim Karnival, Srikandi Community Kudus, PT BPR Bank Daerah, PT Sukun Wartono Indonesia ikut serta meramaikan pagelaran Festival Karnaval Budaya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Revlisianto Subekti, mengatakan, festival kirab Budaya ini merupakan bukti nyata atas cinta warga terhadap budaya dan identitas Kudus itu sendiri.

Ia mengungkapkan, hal tersebut tak hanya sekadar seremonial, namun wujud dari nguri-uri budaya.

Ini juga sekaligus mengenalkan Kota Kretek yang punya akulturasi kuat berbagai peradaban manusia yang membentuk identitas masyarakat Kudus.

”Menunjukkan ke dunia luar bahwa Kudus tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan religi saja, namun juga memiliki potensi besar di bidang seni dan budaya,” terangnya.

Baca Juga: MERIAH! Emak-Emak di Blora Berbondong-bondong Ramaikan Harlah ke-78 Muslimat NU

Revlisianto mengatakan melalui kirab budaya ini, warga dapat menggali lebih dalam budaya asli Kudus agar kedepan, kebidayan ini mampu hidup sesuai perkembangan zaman.

Adapun, ia berharap kepada generasi muda dapat lebih aktif terlibat langsung dalam kegiatan kebudayaan guna menunjang kedepan agar Kudus dapat mejadi kota pariwisata yang mampu menarik banyak pengunjung dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Festival ini upaya mengangkat budaya Kudus ke kacah nasional. Kudus punya potensi luar biasa di bidang seni dan budaya. Dengan harapan dapat memberikan inspirasi dan membawa keberkahan bagi semua warga Kudus," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Suwandi, 40, sangat meapresiasi Festival kirab budaya tersebut.

Ia menuturkan diselenggarakannya festival pada malam hari sangatlah pas.

Baik warga maupun penampil tak terpapar matahari.

Ia mengaku, bersama istri dan anak telah ikut memadati Alun-alun Simpang Tujuh sedari pukul 19.00 WIB.

Sebelumnya, ia sempat mengeluhkan di sekitar lokasi yang sudah mulai ramai dan macet.

”Jam 7 sudah macet. Di lokasi juga sudah penuh, terpaksa menonton di pinggir-pinggir,” ujarnya. (ded/him)

 

 

Editor : Abdul Rochim
#festival karnaval #tari kretek #kudus #pemkab kudus #tradisi #Pj Bupati Kudus M Hasan Chabibie #HUT Kudus 475 #Tebokan #kirab budaya