KUDUS, RADARPATI.ID – Putra para kiai atau yang sering disapa gus menyatakan sikap mendukung penuh pencalonan pasangan Hartopo-Wahib dalam Pilbup Kudus 2024.
Bahkan, mereka akan bergerak di akar rumput untuk memenangkan pasangan calon (paslon) ini.
Setidaknya ada sekitar 100 orang yang menyatakan sikap mendukung perjuangan Hartopo-Wahib pada Minggu (1/9) malam.
Mereka yang tergabung dalam ”Kuda Putih” ini, secara spontan mendukung Hartopo-Wahib.
Ketua Kuda Putih Gus Rian atau Muhammad Fahri Aminudin mengatakan, Kuda Putih merupakan kumpulan pemilih muda yang berkomitmen memenangkan Hartopo-Wahib.
Nama ”kuda” melambangkan pergerakan yang patriot. Sementara ”putih” diartikan lambang kesucian.
Rian yang merupakan cucu KH Sya’roni Ahmadi menjelaskan, putra kiai dan pemuda nasionalis bergerak bersama menggalang dukungan untuk Hartopo-Wahib.
”Pak Hartopo dan Wahib punya rekam jejak baik. Saya lihat pasangan ini mumpuni membuat Kudus lebih maju,” katanya.
Sementara itu, terkait upaya pemenangan Hartopo-Wahib, Kuda Putih akan mensosialisasikan program kerja paslon jagoannya. Sasarannya para anak muda.
Sementara itu, Cabup Kudus Hartopo mengapresiasi dan berterima kasih atas segala doa berserta dukungan yang diberikan.
Ia bersama Mawahib akan berkomitmen bekerja maksimal untuk masyarakat Kabupaten Kudus.
”Ini tiba-tiba dapat kabar ada dukungan dari Kuda Putih. Teman-teman sangat militansi betul.
Ini inisiatif sendiri. Karena tidak ada yang menyuruh. Biaya juga sendiri,” jelasnya.
Dia menilai, dukungan kepada dirinya ini, bentuk representasi dari ayah mereka. Para gus ini tentunya taat kepada orang tua mereka.
”Di sini (Kuda Putih, Red) ada 100 orang. Bisa dikalikan berapa ratus ribu orang nanti,” katanya.
Hartopo juga mengklaim didukung dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) hingga badan otonom (banom) kepada dirinya.
Di sisi lain, dalam program kerjanya, Hartopo akan tetap mempertahankan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS).
Komitmen itu diterapkan saat Kudus dilanda Covid-19.
Hartopo menjelaskan, mekanisme anggaran saat Covid-19 terjadi refocusing. Alokasi anggaran diperuntukkan untuk bantuan langsung tunai (BLT), bansos, dan lainnya.
Namun alokasi TKGS tetap dipertahankan. Namun, ada penyesuaian alokasi.
Lantaran ada anjuran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dengan disesuaikan lama jam mengajar dan pengabdian. (*)
Editor : Abdul Rochim