Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Hartopo - Mawahib Deklarasi Bacabup-Bacawabup, Suhu Politik di Kudus Mulai Panas

Galih Erlambang Wiradinata • Senin, 5 Agustus 2024 | 03:38 WIB

 

SIAP KONTESTASI: Hartopo-Mawahib mendapatkan rekomendasi dari Gerindra belum lama ini.
SIAP KONTESTASI: Hartopo-Mawahib mendapatkan rekomendasi dari Gerindra belum lama ini.

 

KUDUS, RADARPATI.ID – Bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon bupati Kudus (bacawabup) Kabupaten Kudus saat ini yang telah mendeklarasikan diri yaitu Sam'ani Intakoris-Bellinda Birton dan Hartopo-Mawahib Afkar.

Kader Partai Golkar yang kadernya jadi bacawabup Mawahib, juga telah legowo. Sebelumnya, Mawahib digadang-gadang nyalon bupati Kudus.

Sam'ani- Bellinda   saat ini telah mengantongi kursi delapan kursi, yaitu dari PAN (tiga kursi), Partai Nasdem (tiga kursi), dan Partai Hanura (dua kursi).

Info diterima wartawan Radar Kudus pasangan Samani-belinda telah mengantongi sebelas kursi.

Sementara Hartopo-Mawahib mendapat 11 kursi. Terdiri dari Partai Golkar empat kursi dan Partai Gerindra tujuh kursi, total sebelas kursi.

Batas minimal mencalonkan bupati dan wakil bupati minimal para calon mendapat dukungan sembilan kursi dari partai pemenang Pileg 2014.

Atas deklarasi itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Masan mengaku partainya bisa jadi mengusung kader sendiri atau bisa jadi ke bakal calon bupati dan wakil bupati yang telah mendeklarasikan diri.

Yaitu ke pasangan Samani Intakoris- Bellinda  atau Hartopo-Mawahib atau mengusung kader sendiri.

”Rekomendasi dari PDI Perjuangan sampai saat ini belum turun,” ujarnya belum lama ini.

Partai yang hingga kini masih dinamis selain PDI Perjuangan (Sembilan kursi) yaitu PKB (tujuh), PPP (tiga kursi), dan Demokrat dua kursi.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar akan mendukung penuh kadernya Mawahib yang maju di Pilkada dan berpasangan dengan Hartopo.

Meskipun sebelumnya, Mawahib ingin maju sebagai bakal calon bupati Kudus.

Diberitakan sebelumnya Partai Gerindra untuk mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati (bacabup dan bacawabup) di pilkada 2024 Hartopo-Mawahib.

Pemberian rekomendasi untuk maju ke pilkada dilakukan serentak oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Tengah (Jateng).

Rekomendasi diserahkan Ketua DPD Gerindra Jateng Sudaryono.

Ketua DPD Partai Golkar Kudus, Tri Erna Sulistyowati menyambut baik atas diberikannya rekomendasi kepada Mawahib dari Partai Gerindra. Atas rekomendasi itu, akan membuka kerja sama politik lintas partai.

Dia menambahkan, dengan dikeluarkannya rekomendasi itu, mesin partai berlogo pohon beringin ini segera dipanasi. Konsolidasi internal partai untuk pemenangan Hartopo-Mawahib akan dilangsungkan.

”Kami menyambut baik keluarnya rekomendasi itu, dan akan menindaklanjutinya dengan konsolidasi internal,” jelasnya.

Ditanya terkait, rekom dari partai Golkar keluar kepada siapa, Erna menyatakan, rekomendasi untuk calon telah diputuskan dari DPP.

Rekom tersebut mengerucut kepada kadernya sendiri, yakni Mawahib.

”Sudah keluar, otomatis keluar kepada kader partai sendiri. Sudah turun kepada pak Mawahib,” jelasnya.

Di samping itu, meski telah memenuhi syarat untuk mengusung calon, partai Golkar tidak menutup diri.

Erna menegaskan, keran komunikasi dengan partai lain akan dibuka lebar-lebar. Hal ini sebagai langkah menguatkan kerja sama politik.

Sebelumnya, partai Golkar mengusulkan tiga nama untuk dicalonkan di kontestasi Pilkada 2024 mendatang.

Tiga nama itu, di antaranya, Tri Erna Sulistyowati dan Mawahib yang merupakan kader partai berlambang pohon beringin itu. Sementara satu nama, adalah Imam Baikuni.

Sementar itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kudus, Sulistyo Utomo mengatakan, penyerahan dukungan kepada Hartopo-Mawahib dilatarbelakangi oleh beberapa hal.

Salah satunya survei elektabilitas Hartopo yang tinggi.

"Alasannya Kudus penilaian partai berdasarkan survei pak Hartopo unggul. Surveinya bagus," katanya.  

Di samping itu, Mawahib dinilai merupakan kader Golkar yang mumpuni. Latar belakangnya mewakili kaum religius maupun santri.

"Jadi ada kombinasi nantinya pak Hartopo nasionalis, pak Mawahib religius," katanya.

Usai penyerahan rekomendasi ini, Gerindra tancap gas untuk melakukan konsolidasi pemenangan.

Gerindra tidak menutup rapat dan mempersilahkan partai-partai untuk bergabung dan menjalin kerja sama.

”Kami juga masih lobi-lobi partai lain untuk mau ikut bergabung,” terangnya. (gal/zen)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Abdul Rochim
#golkar #pkb #hanura #gerindra #pdi perjuangan #kudus #Bacabup #bacawabup #demokrat #nasdem #pan