GEBOG, RADARPATI.ID – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus memberikan pelatihan pembuatan pakan fermentasi kepada kelompok peternak Kanaya Barokah Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kudus.
Pelatihan ini ditujukan untuk memberikan edukasi pada peternak agar mengolah pakan ternak secara mandiri, tanpa bergantung dengan pakan segar saat musim kemarau.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan Kudus Arin Nikmah menerangkan, dalam pembuatan pakan ternak fermentasi, peternak diberi bantuan mesin cacah, bahan pakan segar, dan tong penyimpanan.
Bantuan tersebut diambil dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBCHT) dalam program penyuluhan peternakan di Kabupaten Kudus.
"Pada kesempatan ini kelompok ternak diajari pemanfaatan teknologi terbaru untuk menunjang pembuatan bank pakan, " katanya kemarin.
Terdapat beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan fermentasi. Diantaranya, tebon jagung, rumput odot, bekatul, premiks, probiotik, dan konsentrat.
Sedangkan cara membuatnya, mula-mula tebon jagung dan rumput odot dihancurkan dengan mesin pencacah kemudian dicampurkan dengan bekatul, premiks, probiotik, dan konsentrat.
Setelah itu, pakan dimasukkan ke dalam tong penyimpanan untuk melalui proses fermentasi.
Proses fermentasi memakan waktu minimal satu minggu, tanpa kedap udara dan ditutup rapat.
"Jadi saat digunakan harus satu tong habis. Jika tempat dibuka tutup maka mengganggu proses kerja bakteri baik, " terangnya.
Terdapat banyak manfaat yang terkandung dalam pakan fermentasi. Yakni, mengandung banyak vitamin dan minenal yang baik untuk ternak.
Baca Juga: Pemkab Blora Tambah Jatah Pupuk Subsidi 30 Persen
Selain itu, mampu membunuh bakteri yang tertempel pada pakan segar.
"Pakan fermentasi ini dikhususkan untuk ternak kambing dan domba, " ujarnya.
Abdul Muhib, Ketua Kelompok Ternak Kanaya Barokah mengaku senang mendapatkan ilmu tentang pembuatan pakan ternak.
Sebelumnya masyarakat kesulitan mencari pakan dan hanya mengandalkan
rumput segar.
"Sekarang bisa lebih mudah cari makan. Sekaligus menghemat tenaga dan waktu, " katanya.
Kepala Desa Karangmalang Mashuri menjelaskan, saat ini terdapat 50 ekor kambing yang dikembangkan 12 anggota di Kelompok Tenak Kanaya Barokah.
Sedangkan diluar kelompok itu, terdapat ratusan peternak yang juga dalam masa pengembangan.
Ia berharap dengan adanya bantuan tersebut, dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Potensi peternakan di Desa Karangmalang ini alhamdulillah sangat baik dan kami coba pusatkan agar mudah dalam pengelolaan,” paparnya. (wat/him)
Editor : Abdul Rochim