KUDUS, RADARPATI.ID – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gumilang Sejahtera Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus memiliki usaha pengolahan sampah.
Usaha ini dikelola melalui bank sampah, dengan mengumpulkan sampah milik warga untuk ditabung dan ditukarkan menjadi uang.
Kepala Desa Gulang Aris Subkhan mengatakan, pemberdayaan sampah masyarakat ini untuk membantu mengatasi permasalahan lingkungan.
Selain itu, masyarakat diajarkan hidup bersih dan pintar dalam memilah sampah yang bermanfaat dan bernilai jual.
”Tujuannya agar mengurangi suplai sampah di TPS Tanjungrejo yang mulai penuh,” katanya kemarin.
Untuk menunjang program tersebut, pihaknya telah menyiapkan sarana prasarana mendukung. Di antaranya, empat gentong, timbangan digital, karung, dan buku tabungan.
Tidak hanya itu, pihaknya juga sedang memesan mesin pencacah sampah untuk memaksimalkan pengolahan sampah plastik.
”Sampah yang kami terima meliputi, sampah plastik, kardus, besi, atom, botol plastik, dan lain-lain,” sebutnya.
Ia menjelaskan, dari modal Rp 65 juta BUMDes Gumilang Sejahtera bisa menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Setiap tahunnya usaha tersebut bisa menyumbang anggaran sebanyak Rp 5 juta.
Saat ini terdapat 250 KK yang ikut dalam keanggotaan. Jumlah ini terus mengalami penambahan.
Ia menyebut, dari hasil menabung sampah dari warga mendapatkan uang yang bisa dicairkan. Tabungan terbanyak yang pernah dicairkan senilai Rp 1 juta.
”Tabungan terkumpul dari masyarakat mencapai Rp 10 juta. Hasil dari usaha itu kami untung Rp 3 juta,” terangnya.
Berkat pemanfataan sampah, BUMDes Gumilang Sejahtera mendapatkan penghargaan berupa bantuan Rp 50 juta dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus.
Selain itu, juga mendapatkan program pendampingan TPS 3R dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus.
Ia berharap dengan adanya perhatian itu, membuat masyarakat desa lebih semangat memilah sampah dan terlibat dalam kelestarian lingkungan. (wat/him/ade)
Editor : Alfian Dani