Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Begini Modus dan Motif Seorang Ibu di Kudus yang Daftarkan Anak ke 28 SD

Indah Susanti • Jumat, 12 Juli 2024 | 03:09 WIB
SD 1 SADANG UNTUK RADAR KUDUS PESAN SINGKAT: Isi pesan singkat yang ada di grup WA menegaskan untuk berhati-hati ada penipuan berkedok mendaftarkan sekolah anaknya
SD 1 SADANG UNTUK RADAR KUDUS PESAN SINGKAT: Isi pesan singkat yang ada di grup WA menegaskan untuk berhati-hati ada penipuan berkedok mendaftarkan sekolah anaknya

KUDUS, RADARPATI.ID  - Seorang ibu diduga melakukan penipuan ke sejumlah sekolah dasar (SD).

Tak main-main, jumlah sekolah yang ditipu sebanyak 28 SD.

Modus penipuannya dengan mendaftarkan anaknya masuk SD.

Ia pun bercerita menyedihkan dengan berbagai kesulitan ekonomi.

Ibu berinisial DM, sampai melakukan itu untuk mendapatkan gratisan seragam sekolah hingga uang bantuan sekolah.

Perempuan tersebut diketahui berdomisili di Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo. Hal tersebut diketahui dari kartu keluarga (KK) yang digunakan untuk mendaftar ke sekolah sasarannya.

Berdasarkan informasi dari salah satu kepala SD 1 Sadang Noor Hadi, sudah ada sekitar 28 SD negeri yang ada di Jekulo didatangi dan mengaku tertipu.

Sekolah itu termasuk SD 1 Sadang. Noor Hadi bercerita, kalau ibu tersebut datang ke sekolahnya sekitar awal Juli 2024 pada saat dibukanya pendaftaran siswa baru.

Kemudian, ibu itu datang bersama anaknya yang akan didaftarkan di SD 1 Sadang. Pihak sekolah sempat menaruh curiga, karena domisilinya di Desa Bulung Kulon, tapi harus jauh-jauh mendaftarakan anaknya ke Desa Sadang.

”Ya sempat ditanya, kenapa tidak di daftarkan di SD dekat rumah. Kemudia ibu itu menjawab, sebenarnya sudah tidak punya rumah dan ngekos di Wetan Kali (timur sungai) yang lokasinya memang dekat dengan SD 1 Sadang,” ujarnya.

”Masak ya ada yang daftar sekolah kami tolak kan tidak mungkin. Akhirnya kami sepakat menggratiskan dua stel seragam. Yakni putih merah dan seragam pramuka. Tapi kami tidak sampai memberinya uang,” tandasnya.

Noor Hadi mengatakan, saat mendaftar membawa KK asli yang hanya ditunjukkan dan yang diserahkan di sekolah KK fotocopy. Untuk seragam dua stel kalau di nominalkan sekitar Rp 160 ribu.

Namun, ternyata ibu itu juga tidak hanya ke SD 1 Sadang tapi juga ke SD 2 dan 4 Sadang. Hebohnya lagi, di grup SD se-Jekulo banyak yang sudah menjadi korban ibu tersebut. Sehingga, ini harus ditindaklanjuti segera, agar tidak ada lagi korban lainnya.

”Kalau di KK, nama ibu itu Dewi Mulyati dengan alamat RT 6 RW 6, Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo dengan nama kepala keluarga Saeful Rizal,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada mengatakan, belum ada laporan terkait penipuan berkedok mendaftar sekolah. Namun, pihaknya akan menelusuri kasus tersebut.

”Ya kalau ini penipuan bisa kami laporkan ke pihak berwajib. Kami akan tanyakan dulu dengan Korwil Jekulo. Seperti apa kronologi yang dialami sekolah-sekolah sampai kena tipu dan sebagainya,” ungkapnya. (san/him)

Ibu Tipu 28 SD

Kronologi:

Modus : mendaftarkan anak sekolah, mengaku tidak punya rumah dan uang

Motif : mendapatkan bantuan uang dan seragam gratis, meminta untuk dibantu keringanan seragam supaya bisa di gratiskan

Upaya Dinas

Untuk saat ini kasus tersebut baru diselidiki Disdikpora Kudus

Bila memang penipuan akan diserahkan ke pihak berwajib

Hasil penipuan

Seorang ibu itu mendapatkan seragam gratis dari sekolah-sekolah

Sejauh ini belum ada yang tertipu uang

Data Ibu yang Diduga menipu

Nama : Dewi Mulyati, 25 tahun

Alamat : Desa Bulung Kulon, Jekulo

Editor : Abdul Rochim
#penipuan #disdikpora kudus #uang #sd #seragam #ekonomi