KUDUS, RADARPATI.ID - Seorang ibu diduga melakukan penipuan ke sejumlah sekolah dasar (SD).
Tak main-main, jumlah sekolah yang ditipu sebanyak 28 SD.
Modus penipuannya dengan mendaftarkan anaknya masuk SD.
Ia pun bercerita menyedihkan dengan berbagai kesulitan ekonomi.
Ibu berinisial DM, sampai melakukan itu untuk mendapatkan gratisan seragam sekolah hingga uang bantuan sekolah.
Perempuan tersebut diketahui berdomisili di Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo. Hal tersebut diketahui dari kartu keluarga (KK) yang digunakan untuk mendaftar ke sekolah sasarannya.
Berdasarkan informasi dari salah satu kepala SD 1 Sadang Noor Hadi, sudah ada sekitar 28 SD negeri yang ada di Jekulo didatangi dan mengaku tertipu.
Sekolah itu termasuk SD 1 Sadang. Noor Hadi bercerita, kalau ibu tersebut datang ke sekolahnya sekitar awal Juli 2024 pada saat dibukanya pendaftaran siswa baru.
Kemudian, ibu itu datang bersama anaknya yang akan didaftarkan di SD 1 Sadang. Pihak sekolah sempat menaruh curiga, karena domisilinya di Desa Bulung Kulon, tapi harus jauh-jauh mendaftarakan anaknya ke Desa Sadang.
”Ya sempat ditanya, kenapa tidak di daftarkan di SD dekat rumah. Kemudia ibu itu menjawab, sebenarnya sudah tidak punya rumah dan ngekos di Wetan Kali (timur sungai) yang lokasinya memang dekat dengan SD 1 Sadang,” ujarnya.
”Masak ya ada yang daftar sekolah kami tolak kan tidak mungkin. Akhirnya kami sepakat menggratiskan dua stel seragam. Yakni putih merah dan seragam pramuka. Tapi kami tidak sampai memberinya uang,” tandasnya.
Noor Hadi mengatakan, saat mendaftar membawa KK asli yang hanya ditunjukkan dan yang diserahkan di sekolah KK fotocopy. Untuk seragam dua stel kalau di nominalkan sekitar Rp 160 ribu.
Namun, ternyata ibu itu juga tidak hanya ke SD 1 Sadang tapi juga ke SD 2 dan 4 Sadang. Hebohnya lagi, di grup SD se-Jekulo banyak yang sudah menjadi korban ibu tersebut. Sehingga, ini harus ditindaklanjuti segera, agar tidak ada lagi korban lainnya.
”Kalau di KK, nama ibu itu Dewi Mulyati dengan alamat RT 6 RW 6, Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo dengan nama kepala keluarga Saeful Rizal,” jelasnya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada mengatakan, belum ada laporan terkait penipuan berkedok mendaftar sekolah. Namun, pihaknya akan menelusuri kasus tersebut.
”Ya kalau ini penipuan bisa kami laporkan ke pihak berwajib. Kami akan tanyakan dulu dengan Korwil Jekulo. Seperti apa kronologi yang dialami sekolah-sekolah sampai kena tipu dan sebagainya,” ungkapnya. (san/him)
Ibu Tipu 28 SD
Kronologi:
- Awal mula SD 1 Sadang curiga seorang ibu warga Desa Bulung mendaftarkan anak di Desa Sadang
- Kejadian itu menjadi memperbincangkan seorang ibu itu di grup WA kepala sekolah
- Setelah ditelusuri seorang ibu yang bernama Dewi Mulyati itu mendaftarkan anak di 28 SD di Kecamatan Jekulo
- Pesan pun disebar pada grup whatsapp (WA) yang menyebarkan modus penipuan berkedok daftarkan sekolah anak ke SD negeri
- Sebanyak 28 SD negeri di Jekulo itu sudah tertipu.
- Dilakukan seorang ibu yang berdasarkan KK berdomisili di Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo
Modus : mendaftarkan anak sekolah, mengaku tidak punya rumah dan uang
Motif : mendapatkan bantuan uang dan seragam gratis, meminta untuk dibantu keringanan seragam supaya bisa di gratiskan
Upaya Dinas
Untuk saat ini kasus tersebut baru diselidiki Disdikpora Kudus
Bila memang penipuan akan diserahkan ke pihak berwajib
Hasil penipuan
Seorang ibu itu mendapatkan seragam gratis dari sekolah-sekolah
Sejauh ini belum ada yang tertipu uang
Data Ibu yang Diduga menipu
Nama : Dewi Mulyati, 25 tahun
Alamat : Desa Bulung Kulon, Jekulo
Editor : Abdul Rochim