KUDUS, RADARPATI.ID – Desa Kaliputu, Kecamatan Kota sudah menjadi rutinitas tahunan, menggelar kirab Tebokan jenang setiap 1 Muharram.
Kali ini, ada lima gunungan jenang yang dikirab kurang lebih 1,5 kilometer.
Mulai start pertigaan lampu merah Kaliputu kemudian menuju ke Selatan, dipertigaan makam Sedo Mukti lalu menuju ke Balai Desa Kaliputu.
Kepala Desa Kaliputu Widiyo Pramono, mengatakan kirab ini memberikan semangat para perajin jenang yang bercentra di Desa Kaliputu.
”Diikuti 18 RT masing-masing menampilkan kreasi tebokan yang dibawanya. Ini ada penilaiannya, yang dinilai kreativitas dalam membuat tebokan, performance, kostum dan kekompakan peserta,” ujarnya.
Sementara itu, ketua Panitia Kirab Tebokan Supriyono, menjelaskan tradisi Tebokan ini sebagai wujud syukur oleh pembuat jenang yang ada di Desa Kaliputu.
Ini sudah berlangsung sudah 12 tahun.
”Peserta warga Kaliputu. Untuk Tebokan besar itu kurang lebih lima yang juga dilombakan. Sekarang ini jumlah pengusaha jenang di Desa Kaliputu sebanyak 25 orang yang masih bertahan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tradisi yang diadakan di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota kirab tebokan jenang.
Dalam tradisi itu, warga berbaur dan memamerkan hasil kreativitas mereka dalam menghias dan membentuk jenang.
Jenang-jenang itu mereka susun di atas tebokan atau tempat jenang yang terbuat dari anyaman bambu besar berisi jenang.
Kirab juga dimeriahkan seni barongan dan barongshai. Sepanjang rute jalan yang dilalui rombongan kirab dipadati warga.
Sementara itu, Supriyono menambahkan, tradisi tebokan merupakan simbol untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas keberhasilan masyarakat di bidang usaha jenang yang diperingati bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam. (san/him)
Editor : Abdul Rochim