Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Masuk Dalam Cagar Budaya, SMP 1 dan 2 Kudus Harus Patuhi Ini!

Indah Susanti • Selasa, 2 Juli 2024 | 02:32 WIB

 

BANGUNAN KUNO: Kepala SMP 2 Kudus In Setyorini memperlihatkan kelas yang masuk BCB. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)    
BANGUNAN KUNO: Kepala SMP 2 Kudus In Setyorini memperlihatkan kelas yang masuk BCB. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)  

KUDUS, RADARPATI.ID – SMP 2 Kudus memiliki lima bangunan yang tercatat benda cagar budaya (BCB).

Meliputi, kelas IX yang berada di depan, dengan jendela dan pintu dengan ukuran besar.

Ini membuat sekolah berhati-hati dalam memelihara bangunan. Termasuk memberi pengertian kepada para siswa.

Kepala SMP 2 Kudus In Setyorini mengungkapkan, setiap satu semester ada verifikasi faktual (verfal) dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jogjakarta.

Kemudian, kalau ada kerusakan yang sedang sampai berat sekolah harus lapor ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus lalu diteruskan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

”Kami hanya bisa ganti misalkan kerusakan kayu sedikit. Itupun ada laporannya. Lalu, untuk pengecatan kami juga harus konsultasi. Kalau ada kerusakan berat, anggaran tidak dari sekolah, tapi dari BPCB, tapi kalau ringan di-handle sekolah,” ungkapnya.

In mengatakan, grendel pintu saja dijaga sebaik-baiknya. Terkadang pihaknya merasa khawatir dengan tingkah laku para siswa.

Jadi, para siswa selalu diberikan pengertian, jika kelas yang mereka tempati itu masuk BCB yang tidak bisa sembarangan diperbaiki atau diganti jika ada kerusakan.

Dia mengatakan, saat ini beberapa kayu ada yang mulai rapuh. Solusinya diberi pelindung, agar tidak terlalu rusak. Sudah dilaporkan ke BPCB.

Sebab, sekolah juga tidak bisa sembarangan mengganti.

Hal serupa terjadi di SMP 1 Kudus. Deretan kelas bagian selatan dengan bangunan jendela dan pintu besar.

Bentuknya hampir mirip dengan desain kelas di SMP 2 Kudus yang juga berstatus BCB.

Beberapa waktu lalu ada tim dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) mendata bangunan tersebut.

Kepala SMP 1 Kudus Ahadi Setiawan mengatakan, perawatan memang harus berhati-hati.

Pihaknya tidak berani mengganti apapun jika ada kerusakan. Langkahnya, pihaknya lapor lebih dulu, baru menjalankan saran dari BPCB.

”Selama saya di SMP 1 Kudus belum pernah ada kerusakan berat. Memang butuh kehati-hatian merawat. Kami selalu memberikan wejangan kepada para siswa, agar tidak ceroboh yang bisa mengakibatkan kerusakan yang fatal. Dijaga baik-baik, karena ini istimewa. Ada bangunan BCB di lingkungan SMP 1 Kudus,” ungkapnya. (san/lin)

Editor : Abdul Rochim
#smp 1 kudus #kudus #cagar budaya #smp 2 kudus #bcb