Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sumringah, 32.000 Buruh Rokok di Kudus Terima Bantuan Uang, Segini Jumlahnya?

Abdul Rochim • Sabtu, 22 Juni 2024 | 01:50 WIB

 

Photo
Photo
KUDUS, RADARPATI.ID –  Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang bersumber dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tahap 2 cair.

Sebanyak 32 ribu buruh rokok di Kudus, menerima uang sebanyak Rp 600 ribu secara tunai pada kemarin (20/6).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno mengungkapkan, sebelum menerima BLT tahap 2 ini, puluhan buruh rokok di Kudus telah menerima BLT tahap 1 dengan nominal sama pada bulan April 2024 lalu.

Dalam dua tahap pencairan tersebut, total BLT cukai dari Pemprov Jateng yang telah diserahkan sebesar Rp 37,9 miliar.

Di mana masing-masing buruh rokok menerima BLT senilai Rp 1,2 juta.

“BLT ini merupakan salah satu upaya, untuk penanganan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah, mudah-mudahan dengan BLT ini bisa menurunkan angka kemiskinan,” ujar Sekda Jateng usai melihat pekerjaan para buruh rokok PT Djarum di SKT Pengkol.

BLT itu pun diharapkan Sumarno benar-benar mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Tidak hanya untuk konsumsi semata, tapi bisa untuk hal lain, misalnya membayar cicilan motor yang digunakan untuk berangkat kerja.

Ia menjelaskan, BLT yang diserahkan sudah diatur dalam PMK 215/PMK.07/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.

Selain untuk BLT, DBHCHT juga bisa digunakan untuk bidang kesehatan, dan lainnya.

“Jadi salah satu penggunaan DBHCHT adalah untuk BLT bagi para pekerja atau buruh rokok dan petani tembakau,” katanya.

Sementara itu, jumlah karyawan PT Djarum yang menerima BLT cukai yang bersumber dari Pemprov Jateng tahun 2024 diketahui ada sebanyak 6.541 orang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Deputy General Manager Public Affairs PT Djarum Slamet Rahardjo saat mendampingi Sekda Pemprov Jateng.

“Jumlah karyawan PT Djarum yang menerima BLT sebanyak 6.541 orang, dengan total nominal Rp 3.924.600.000. Khusus penerima di SKT Pengkol, ada sebanyak 1.448 orang, dengan total nominal Rp 868.800.000,” ungkapnya.

Salah satu buruh rokok Siti Juwariyaha, mengaku disaat butuh uang untuk masuk sekolah BLT cair.

Ia merasa lega, karena untuk membayar masuk sekolah anaknya yang menuju ke TK, sehingga keperluan sekolah anak terbantu.

”Anak saya masuk TK-A, jadi butuh biaya cukup banyak, mulai dari seragam, uang pendaftaran, lalu perlengkapan sekolah seperti tas dan sepatu baru. Adanya BLT cair ini saya sangat senang sekali,” ungkapnya. (san/him)

Editor : Abdul Rochim
#pt djarum #rokok #kudus #DBHCHT #uang #cukai #buruh #BLT #bansos #bantuan langsung tunai (blt)