KUDUS, RADARPATI.ID – Ranting Muhammadiyah Desa Burikan menyembelih hewan kurban sapi dan kambing kemarin.
Hewan kurban ini diklaim bernilai hingga Rp 300 juta-an dan paling banyak.
Selain itu, pembagian daging hewan kurban dilaksanakan dengan sistem ramah lingkungan.
Pihak panitia membagikan daging tersebut dikemas dengan daun jati. Di samping itu, daging juga dibagikan dengan besek dari bambu.
Ketua Ranting Muhammadiyah Desa Burikan, Daniel Mahbub mengatakan, kurban tahun lalu hanya sekedar sembilan ekor sapi. Sementara untuk kambing ada sebanyak 12 ekor.
Pada tahun ini jumlah hewan kurban mengalami peningkatan. Tercatat ada sebanyak 14 ekor sapi dan 11 ekor kambing.
”Dari hewan empat ekor sapi ada yang dari perorang. Dan ada juga dari penyumbang,” ungkapnya.
Daniel menambahkan, dari jumlah tersebut dirincakan penyembelihan hewan kurban pada tahun ini mencapai Rp 300 juta.
Jumlah tersebut tentunya merupakan paling banyak se ranting Muhamamdiyah.
”Secara nominal ya paling banyak di ranting kecamatan Kota. Ini dikarenakan faktor penitipan meningkat,” ungkapnya.
Di sisi lain, para perewang di lokasi penyembelihan mengemasi daging kurban dengan daun jati yang telah disediakan oleh panitia.
Daun jati tersebut, kata Daniel sudah menjadi tradisi turun-temurun dari leluhur terdahulu.
Nantinya daging yang dikemas dengan daun jati tersebut akan dibagikan ke masyarakat.
”Kami akan bagikan ke masyarakat sekitar yang totalnya 1.404 orang. Serta akan dibagikan dengan memakai kupon,” imbuhnya.
Daniel menjelasakan, penggunaan daun jati ini dianggap ramah lingkungan.
Daun jati yang dipesan dari daerah Dawe ini mampu memberikan rasa yang enak bagi daging hewan kurban.
Diketahui, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban di beberapa titik.
Penyembelihan dilaksanakan pimpinan ranting hingga amal usaha milik Muhammadiyah. Tercatat ada 339 sapi, 12 kerbau, dan 214 ekor kambing. (gal/him)
Editor : Abdul Rochim