KUDUS, RADARPATI.ID - Eks-pasar hewan atau Pasar Barang bekas (Babe) di Desa Jati Wetan, Jati, Kudus, hangus terbakar pada Rabu (5/6) dini hari.
Sekitar 276 los atau kios hangus. Penyebab kebakaran diduga korsleting arus listrik.
Kerugian akibat musibah itu sekitar Rp 2 miliar.
Dari pantauan di lapangan, los atau lapak pedagang yang menjual barang bekas hangus seluruhnya.
Barang-barang sisa kebakaran berserakan di sekitar lokasi.
Para pedagang mengais barang-barang yang masih bisa digunakan. Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian.
Data yang dihimpun koran ini 276 los terbakar milik 200 pedagang. Los-los itu berdiri di luas lahan 100 meter x 100 meter.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus dan dihimpun masyarakat kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00.
Kasi Kedaruratan, BPBD Kudus Munaji mengatakan, saat itu penjaga pasar mengetahui api sudah menyala sekitar pukul 00.30. Kondisi api membesar. Membakar seluruh los di barang bekas.
Barang dagangan yang terbakar rata-rata onderdil kendaraan bekas, peralatan rumah tangga, dan lainnya.
”Karena barang-barang itu mudah terbakar. Jadi api sulit dipadamkan,” katanya.
Dalam proses penjinakkan api itu, tujuh mobil Damkar diterjunkan.
Beruntung dari peristiwa ini tidak ada korban jiwa dan hanya kerugian materi semata.
Hingga kemarin atau Rabu pagi, petugas BPBD Kudus melakukan proses pendinginan api. Ada sekitar dua mobil pemadam kebakaran yang mendinginkan titik api.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Babe, Haryanto mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. Barang bekas dagangannya tidak ada yang berhasil diselamatkan.
”Kalau kerugian secara keseluruhan ditaksir mencapai Rp 2 miliar,” ungkapnya.
Dia dagang barang bekas sejak 17 tahun silam.
Akibat musibah itu, Ia akan merintis ulang usahanya tersebut.
Gofur salah satu pedagang lainnya mengaku, mendengar kabar pasar terbakar sekitar pukul 02.00.
Mendengar kabar tersebut ia bergegas menuju ke pasar. Menyelamatkan dagangannya. Nahas semua dagangannya di lima los hangus terbakar.
”Sudah ada barang yang baru masuk. Kerugian saya sendiri Rp 50 jutaan,” jelasnya.
Aktivitas pedagang di Pasar Babe masih berlangsung hingga pukul 09.00.
Kios pedagang yang tidak terbakar, seperti penjual pakan dan burung masih aktif berjualan.
Sedangkan pedagang di los barang bekas dipastikan tidak bisa berjualan.
Sementara itu Penjabat (Pj) Bupati Kudus M. Hasan Chabibie akan merelokasi sementara para pedagang Pasar Babe yang losnya terbakar.
Di samping itu, pemerintah daerah akan berkomunikasi kepada perbankan untuk memberikan keringanan pelunasan angsuran bagi pedagang.
Usai kebakaran tersebut, Pj Bupati Kudus meninjau langsung Pasar Babe yang hangus terbakar. Ia didampingi dengan Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Andi Imam.
Para pedagang yang terkena dampak kebakaran tersebut, meminta solusi kepada Pj bupati Kudus.
Ratusan pedagang Pasar Babe berharap ada pinjaman modal bahkan segera direnovasi.
Hasan Chabibie mengatakan langkah sementara akan direlokasi. Pedagang Pasar Babe bisa memanfaatkan lahan di sekitar lahan kosong tersebut.
”Kami tentunya urusan perbankan akan dikomunikasikan dengan BRI dan Bank Pasar.
Agar memberikan keringanan kepada pedagang. Karena mereka saat ini tidak bisa berjualan lagi,” katanya.
Hasan menambahkan, Pemkab Kudus akan mengambil langkah renovasi Pasar Babe tersebut. Agar para pedagang bisa berjualan seperti biasanya.
Rencananya, kata Hasan renovasi pasar tersebut akan menggunakan dana tak terduga. Pemkab akan berupaya merenovasi Pasar Babe tersebut secepatnya.
”Kami sudah berkoordinasi dengan BPKAD dan Sekda, apakah bisa renovasi menggunakan dana tak terduga,” imbuhnya.
Sementara terkait, pinjaman modal, Hasan tak bisa berbicara banyak dan menjanjikan para pedagang. Ia akan mengkaji terlebih dahulu bersama dinas terkait. (gal/zen)
Editor : Abdul Rochim