Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Cosplay Anime Jepang di Kudus Bisa Sewa Kostum hingga Luar Negeri, untuk Apa?

Abdul Rochim • Senin, 20 Mei 2024 | 04:00 WIB
MIRIP: Cosplayer yang tergabung dalam anggota Kudus Japanese Community mengenakan kostum tokoh anime yang mereka sukai. (KUDUS JAPANESE COMMUNITY UNTUK RADAR KUDUS)
MIRIP: Cosplayer yang tergabung dalam anggota Kudus Japanese Community mengenakan kostum tokoh anime yang mereka sukai. (KUDUS JAPANESE COMMUNITY UNTUK RADAR KUDUS)

 

 

KUDUS, RADARPATI.ID - COSTUM play (Cosplay) menjadi cara mengekpresikan gaya berbusana bagi orang penyuka budaya dan hal-hal yang berbau Jepang.

Terutama, karakter anime atau game yang memiliki bentuk unik dan terlihat keren dalam dunia animasi.

Adanya tren itu, memunculkan komunitas cosplayer untuk memberikan wadah bagi mereka bertemu dengan sesama penyuka Jepang.

Salah satunya komunitas Kudus Japanese Community.

Komunitas ini, memiliki sekitar 290 anggota yang gemar menggunakan kostum karakter anime.

Komunitas ini tampil setiap Minggu saat car free day (CFD) di Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus, dan event tertentu.

Cessy, salah satu anggota komunitas Kudus Japanese Community mengatakan, ketika sedang cosplay tiap anggota bebas memilih gaya yang mereka inginkan.

Mulai dari karakter super hero, anime, game, dan lain-lain.

”Kiblat fashion cosplayer bisa mengikuti karakter yang diinginkan dan juga meniru orang yang pernah cosplay. Dari rambut, baju, aksesori, dan make up,” katanya.

Menurutnya, cosplayer rela mengubah tampilan secara totalitas, agar bisa mirip dengan karakter yang disukai.

Bahkan untuk mendapatkan kostum, cosplayer rela menyewa ke luar negeri dengan biaya mahal.

Didapat didapatkan melalui pihak ketiga yang menjual kostum, seperti dari Tiongkok.

Namun, ada pula cosplayer yang lebih suka membuat kostum sendiri. Sesuai dengan kreativitas yang ingin ditampilkan.

”Kalau sewa baju cosplay di sini (Kudus, Red) Rp 75 ribu sampai Rp 300 ribu,” jelasnya.

Meski harus merogoh kocek, cosplayer mengaku puas dengan apa yang mereka dapatkan. Bisa menjadi karakter yang disukai.

”Perasannya tentu senang. Terlebih ketika kostum dan make up ternyata cocok dan orang suka dengan penampilan kami,” ujarnya.

Terkadang menjadi cosplayer tidak mudah. Bagi orang bukan pencinta Jepang juga akan memandang aneh dengan tren tersebut.

Meski begitu, komunitas cosplay mencoba memberikan edukasi dan membangun citra baik, agar cosplayer tidak dipandang buruk oleh masyarakat.

”Harapannya bisa semakin banyak orang sehobi dengan kami dan saling nyaman berbagi cerita tentang hobi masing-masing,” harapnya.

Mereka juga tidak segan memberikan tips dan pengetahuan budaya Jepang kepada orang awam yang tertarik dengan dunia cosplay. (wat/lin)

Editor : Abdul Rochim
#cfd #kudus #cosplay #anime #jepang