KUDUS, RADARPATI.ID - Pedagang Kurma di Menara Kudus kebanjiran pembeli saat awal Ramadan. Kurma banyak diburu untuk sajian takjil menu buka puasa.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di Jalan Menara, Kudus kemarin pukul 10.47 pembeli mulai berjubel di lapak penjual kurma.
Pembeli berasal dari kalangan peziarah sampai dengan masyarakat lokal yang datang membungkus kiloan kurma.
Salah satu pembeli, Sukadi, warga Mlati Kidul mengaku selalu menyediakan kurma saat Ramadan.
Menurutnya, sajian yang disunnahkan Rasulullah SAW ini tidak pernah absen ketika berbuka puasa bersama keluarga.
"Kurma kan dianjurkan (Rasulullah, Red). Setiap buka makan tiga kurma. Kalau habis pasti beli lagi, " katanya kemarin.
Siti Pasmi, 60, penjual kurma di Jalan Menara Kudus mengatakan keramaian pembeli dirasakan sejak H-7 Ramadan.
Rata-rata dalamRamadan sehari ia bisa menghabiskan setengah ton atau 500 kilogram kurma.
"Permulaan puasa ini ramai banget pembeli. Karena kurma kan sunnah Rasulullah, " ujarnya.
Terdapat 50 jenis macam kurma yang dijual Siti. Diantaranya kurma golden, ajwa, sayer, sukari, dan lain-lain.
Harga kurma memiliki harga bervariatif. Mulai dari Rp 15 ribu sampai dengan Rp 200 ribu per kilogram. Menurutnya, harga disesuaikan dengan jenis dan kualitas kurma.
"Paling banyak diminati itu jenis kurma guldon, karena lebih manis. Per kilogram Rp 60 ribu, " terangnya.
Berjualan lebih dari 35 tahun, Siti merasa bersyukur penjualan kurma laris saat momen Ramadan.
Keramaian pembeli bahkan diperkirakan akan terus berlanjut selama puasa Ramadan.
"Alhamdulillah, memang larisnya momen seperti ini. InsyaAllah bakal laris terus sampai sebulan, " ungkapnya.
Perempuan berjilbab itu menambahkan, selain kurma ia juga menjual beberapa oleh-oleh khas Kudus.
Editor : Alfian Dani