KUDUS, RADARPATI.ID — Pedagang dandangan mulai kukutan (beres-beres dagangan), usai 11 hari berjualan sejak Jumat (1/3) hingga Senin (11/3).
Berdasarkan pantauan di lokasi kemarin (12/3), pukul 12.00, pedagang di sepanjang Jalan Sunan Kudus ke barat hingga Jembatan Kali Gelis, mayoritas sudah mengosongkan standanya.
Meskipun, ada beberapa pedagang yang berjualan.
Namun, stand pedagang mulai Jembatan Kali Gelis ke barat hingga Perempatan Jember, mayoritas masih membuka lapak.
Mereka masih menawarkan dagangannya kepada para pengendara motor yang melintas di area tersebut.
Kabid PKL Dinas Perdagangan Kudus Imam Prayitno mengatakan, pembubaran stand PKL dandangan diberi waktu 1x24 jam, esuk hari harus sudah bersih.
Pembongkaran stand sendiri dilakukan secara bertahap mulai di sepanjang Jalan Sunan Kudus.
“Deadline hari ini (kemarin, Red) rampung, kalau sampai malam ya malam,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin (12/3).
Meskipun, ada pedagang yang masih berjualan, lanjut Imam, pembongkaran stand akan tetap dilakukan.
Pihaknya pun memastikan esuk hari, sepanjang Jalan Sunan Kudus ke barat sudah bersih dari stand PKL.
Sementara itu, pihaknya menyampaikan terkait kondisi perputaran transaksi yang terjadi di dandangan.
Imam menyebutkan, ini perkiraan atau estimasi, perputaran uang yang berlangsung di dandangan, nilai transaksi tembus hingga Rp 13 miliar.
Hal itu dihitung berdasarkan perkiraan jumlah pengunjung dandangan yang mencapai 16 ribu tiap harinya.
Dimana, setiap pengunjung sedikitnya menjajakan sekitar Rp 75 ribu untuk membeli barang atau makanan di dandangan.
”Kurang lebih terjadi transaksi sampai Rp 13 miliar, ini kondisi hujan. Kalau seperti tahun lalu, cuaca mendukung bisa lebih,” ujarnya.
Salah satu pedagang boneka di dandangan Suwandi, mengaku masih membuka lapak dagangannya hingga kemarin (12/3) siang.
Ia akan terus berjualan sebelum tenda stand dandangan dibongkar oleh petugas.
“Masih jualan, sampai nanti tendanya dibongkar, kalau bisa sampai malam ya malam,” katanya saat ditemui di lokasi stand dagangannya.
Ia mengaku meraup untung cukup banyak dari hasil berjualan selama 11 hari di dandangan.
Meskipun beberapa hari kemarin mengalami turun hujan dari sore hingga malam, dagangannya diakui cukup menarik banyak pembeli.
“Seharusnya kalau tidak hujan, bisa tambah ramai,” tambahnya. (san/him/ade)
Editor : Alfian Dani