KUDUS, RADARPATI.ID - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus membuka Gerakan Pangan murah kemarin. Langkah ini sebagai bentuk menjaga kestabilan harga pangan yang tinggi di pasaran.
Pada kegiatan itu, dinas setempat menyediakan sebanyak lima ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dari Bulog sebanyak lima ton. Para warga berbondong-bondong membeli beras tersebut.
Beras yang disediakan sebanyak lima ton tersebut ludes diborong warga dalam satu jam. Sementara kegiatan pangan murah tersebut dibuka sekitar pukul 07.00.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo mengatakan, beras lima kilogram tersebut dijual dengan harga di bawah pasaran. Lima kilogram beras SPHP tersebut dijual Rp 52 ribu.
”Kalau di pasaran sekitar Rp 13-14 ribu per kilogram, selisihnya tiga ribuan kami menjualnya,” katanya.
Beras tersebut sebelumnya, didroping tiga kilogram pada Januari lalu. Kali ini ditingkatkan, lantaran melihat antusias permintaan masyarakat.
Serta berupaya menekan inflasi pangan yang terjadi.
Selain beras dari Bulog, pada acara tersebut dijual pula beras dari petani. Stoknya sebanyak tiga ton. Kebutuhan sembako lainnya juga dijual di acara Gerakan Pangan Murah.
Sembako yang dijual antaralain, gula pasir sebanyak 3 kwintal, per kilogramnya Rp 15 ribu.
Sementara telur per kilogramnya Rp 28 ribu, dan stok minyak goreng sebanyak 1000 liter. Per lite minyak goreng dijual Rp 14 ribu.
”Ini untuk mengendalikan inflasi, stok kami tambah karena permintaan masyarakat. Serta menyambut puasa,” jelasnya.
Didik berharap, masyarakat bisa terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Serta sebegai solusi di tengah tingginya harga kebutuhan pokok.
Sementara itu, Ani merasa bersyukur dengan adanya kegiatan pasar murah tersebut. Ia di sana membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari.
”Alhamdulilah dapat beras, di pasaran harganya Rp 16 ribu per kilogramnya. Di sini saya bayar Rp 52 ribu untuk 5kg,” jelasnya. (gal/ade)
Editor : Alfian Dani