Band Menuju Utara kian eksis dibelantika skena musik underground. Album mereka telah dirilis label rekaman asal Amerika. Bahkan mereka sempat ditawari tour ke sana. Belakangan lagu mereka akan dirilis di Malaysia serta akan tour di Malaysia dan Singapura.
GALIH ERLAMBANG W, Radar Kudus, Kudus
PANDANGAN hidup do it yourself dipegang teguh Guntur dkk untuk memanasi mesin band Menuju Utara agar bisa eksis hingga sekarang.
Band yang terbentuk karena kecintaan budaya sepakbola lokal ini kian melebarkan kiprahnya ke luar negeri.
Guntur sang drumer mengaku ideologi anti kemapanan justru membuat ia dan tiga personel enjoy dalam berkarya.
Bermusik bukan tentang mencari dan mengumpulkan pundi-pundi rupiah semata. Jalan bermusik yang mereka tempuh adalah untuk menyalurkan kesibukan usai menjalani rutinitas.
”Gilanya kami bekeja di luar musik untuk menghidupi musik. Bermusik adalah pelarian, setelah kami sibuk bekerja harus ngapain?,” kata pria bernama panggung Guntur Skacore itu.
Bahkan anehnya band underground asal Kudus ini juga pernah menolak beberapa tawaran mangung secara mendadak.
Alasannya bukan karena ada suatu hal yang mendesak. Melainkan, keempat personil ini sedang bad mood untuk manggung.
Meski itu hal tersebut sepele, dalam bekarya band yang digawangi oleh Azy pada vocal, Panjul bas, Fatah gitar, dan Guntur ini mengerjakan lagunya secara serius.
Tujuh tahun mereka berdiri di belantika musik underground telah merilis 18 lagu.
Latar belakang band yang muncul dari suporter dan Persiku ini, eksis di dunia musik bawah tanah internasional. Tiga lagu mereka dirilis oleh record label asal Negeri Paman Sam, Amerika Serikat.
”Kami bisa seperti itu karena ada jejearing, mereka (label rekaman Amerika, Red) tertarik melihat konsep music football culture datang dari kota kecil. Mereka menganggap kultur punk di Indonesia unik,” katanya.
Lagu yang di dalamnya berjudul Were Youth Punk and Skin Head ini, kata Guntur cocok di telinga dan menggugah hati para penikmat musik bawah tanah di Amerika.
Sebanyak 200 rilisan fisik kaset ludes terjual di sana. Begitu juga 100 CD yang dijual di Indonesia juga habis terjual.
Usai dirilisnya album tersebut, Menuju Utara memperoleh tawaran tour di beberapa titik di Nort Carolina, negara bagian Amerika Serikat dari pihak label rekaman.
Guntur dkk tak berani mengamini tawaran tersebut. Pasalnya butuh pendanaan yang tak sedikit untuk transport ke Amerika.
”Karena kami pendanaan bersifat kolektif maka kami urungkan berangkat. Meskipun di sana kebutuhan sudah ditanggung,” katanya.
Gagalnya tour ke luar negeri akan sedikit terobati pada tahun ini. Menuju Utara akan beribadah tour di dua negara Malaysia dan Singapura.
Sinyal ini diberikan oleh pihak label rekaman dari Negeri Jiran, Malaysia. Mereka akan merilis EP Menuju Utara di bulan April nanti.
”Tour akan dilaksanakan usai rilis EP oleh pihak label rekaman Malaysia. Ya kami siap untuk berangkat,” pungkasnya. (*/him)
Editor : Achmad Ulil Albab